Sabtu, 29 Juni 2019 07:15 WITA

Tim Prabowo-Sandi Gagal Buktikan Kecurangan, Yusril: Hantu Mungkin

Editor: Abu Asyraf
Tim Prabowo-Sandi Gagal Buktikan Kecurangan, Yusril: Hantu Mungkin
Yusril Ihza Mahendra

RAKYATKU.COM - Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno beralasan kesulitan membuktikan kecurangan pilpres karena waktu yang singkat. Hal itu direspons dengan sindiran oleh Yusril Ihza Mahendra.

Pada Kamis (27/6/2019), Mahkamah Konstitusi telah memutuskan menolak seluruh permohonan kubu Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Tak satu pun petitum yang dikabulkan.

Dalam pertimbangannya, hakim konstitusi menyatakan, bukti-bukti yang disampaikan pemohon tidak cukup kuat untuk meyakinkan hakim.

Beberapa bukti berupa video disebutkan hakim benar terjadi, namun tidak cukup memberikan keyakinan kepada hakim sehingga ditolak. Beberapa argumen lainnya dinyatakan tidak beralasan hukum.

Ketua tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto sejak awal mengeluhkan durasi waktu sidang di MK yang hanya 14 hari. Sudah begitu, jumlah saksi fakta dibatasi hanya 15 orang dan saksi ahli dua orang.

Menurut BW, dengan waktu seperti itu, tidak mungkin bisa membuktikan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif di negara seluas Indonesia. Mereka akhirnya menunjuk 14 saksi fakta dan dua ahli yang akhirnya mudah dimentahkan KPU dan pihak terkait.

Ketua tim hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra bilang, walau sidang digelar sampai tiga bulan pun, kecurangan tersebut tidak bisa dibuktikan.

Loading...

"Saya kira kalau sidang ditambah waktunya tiga bulan, tetap aja tidak bisa dibuktikan," kata Yusril di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Menurut dia, durasi persidangan tidak bisa dijadikan alasan bagi pihak manapun. Ia mengatakan pihak yang sudah memiliki bukti dan saksi yang meyakinkan pasti tak mempersoalkan soal durasi waktu dalam persidangan.

Yusril lantas mencontohkan pengadilan di Kamboja di mana hanya membutuhkan waktu 15 hari untuk mengadili kejahatan genosida yang dilakukan Khmer Merah yang terjadi pada tahun 1970 silam 

"Di Kamboja juga 15 hari tapi bisa membuktikan kejahatan genosida karena dihadiri sebagai saksi orang yang betul-betul menyaksikan pembantaian tiga juta orang di Kamboja," kata Yusril.

Tak hanya itu, Yusril menjelaskan kejahatan atau kecurangan yang dilakukan pihak tertentu pasti memiliki jejak. Melihat hal itu, ia menyindir kubu Prabowo seharusnya mampu untuk membuktikan berbagai kecurangan dalam Pilpres karena dipastikan akan meninggalkan jejak.

"Sudah diberikan kesempatan membuktikan, tapi enggak terbukti. Tapi kan enggak ada jejaknya. Itu hantu saja yang berjalan mungkin," kata Yusril seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Loading...
Loading...