Sabtu, 29 Juni 2019 04:15 WITA

Adik Gus Dur Minta Prabowo Tetap Jadi Oposisi, Jokowi-Ma'ruf Perlu Penyeimbang

Editor: Abu Asyraf
Adik Gus Dur Minta Prabowo Tetap Jadi Oposisi, Jokowi-Ma'ruf Perlu Penyeimbang
KH Salahuddin Wahid

RAKYATKU.COM - Akhir tahapan pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) diramaikan isu bergabungnya Gerindra ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Muncul istilah 212 sebagai jatah. Benarkah?

Dikabarkan bahwa Jokowi menyiapkan jatah dua kursi menteri, satu pimpinan MPR, dan dua jabatan strategis lainnya bila Gerindra mau bergabung. Sementara Prabowo akan ditempatkan di depan pertimbangan presiden (Wantimpres).

Belum ada tanggapan Prabowo terhadap itu tersebut. Namun, dalam pidatonya, Prabowo justru menyatakan bahwa perjuangan belum selesai. Dia berharap parpol pengusungnya tetap solid walau Koalisi Indonesia Adil Makmur telah resmi dibubarkan.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade memastikan Prabowo tidak akan pernah setuju dengan politik dagang sapi. Dia percaya Prabowo punya integritas yang tidak diragukan lagi.

Pada saatnya nanti, kata Andre, Prabowo akan mengambil sikap yang dianggap baik untuk kepentingan bangsa dan negara. "Yang jelas Pak Prabowo tidak mungkin mengkhianati pendukungnya," kata Andre, Jumat (28/6/2019).

Loading...

Terpisah, adik kandung Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, KH Salahuddin Wahid berharap Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tetap mau mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk negara. 

Menurut cucu KH Hasyim Asy'ari, pendiri organisasi Nahdlatul Ulama ini, terpilihnya Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pemimpin nasional, perlu diimbangi dengan adanya pihak yang berdiri sebagai oposisi. 

"Saya berharap Pak Prabowo dan Pak Sandi bisa menjadi oposisi yang loyal, yang menyampaikan kritik-kritik membangun dan menyampaikan usulan-usulan," kata pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, 

Loading...
Loading...