Sabtu, 29 Juni 2019 02:45 WITA

Mengaku Punya Sertifikat Halal, Masih Banyak Pedagang Tak Bisa Tunjukkan

Editor: Abu Asyraf
Mengaku Punya Sertifikat Halal, Masih Banyak Pedagang Tak Bisa Tunjukkan
Masih banyak pedagang makanan yang tak bisa menunjukkan sertifikat halal. (FOTO: DOK WASPADA SANTING)

RAKYATKU.COM - Kesadaran praktisi kuliner akan pentingnya label halal pada produk makanan dan minuman yang dipasarkan kepada konsumen mulai tumbuh. 

Namun, masih ada yang "malu-malu" secara terbuka menunjukkan bukti administrasi kehalalan jualannya. Masih banyak yang belum bisa menunjukkan bukti kepemilikan sertifikat halal dari LPPOM MUI. 

Seperti temuan Ketua MUI Sulsel Bidang Informasi dan Komunikasi Waspada Sandi, Jumat (28/6/2019). Waspada yang juga direktur Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) diundang PT Wahyu Promo Citra menghadiri Halal Indonesia Expo di Jakarta Convention Center (JCC).

Saat melintas di counter kedatangan Teminal F, seorang pedagang roti menawarkan jualannya. Sambil melihat-lihat harga beberapa jenis roti yang ditawarkan, Waspada menanyakan sertifikat halalnya. 

Dengan cepat, sang pelayan menjawab dengan meyakinkan, "Oh iya, ada Pak. Kami sudah lama punya sertifikat," tegasnya. 

"Mana..?" tanya Waspada. 

Dengan agak grogi, sang pelayan membuka-buka tumpukan dokumen dalam dua laci meja di depannya, tetapi tidak menemukan sertifikat yang dimaksud.

Loading...

"Entah di mana disimpan teman, Pak," ujarnya.

Kejadian semacam itu jamak ditemukan di beberapa penjual. Sadar pentingnya sertifikat dan mengaku sudah punya, tetapi tidak bisa menunjukkannya. 

Padahal, setiap produk yang sudah bersertifikat, "berkewajiban" memasang bukti sertifikatnya pada posisi yang mudah dilihat oleh konsumen dan tidak mudah dilepas atau rusak. 

"Tidak sedikit pula penjual yang dengan kreatif membuat sendiri logo. Ini membutuhkan proses sosialisasi yang lebih maksimal," ujar Waspada yang baru saja menggelar enam seri diskusi nasional pola hidup halal di Makassar.


 

Loading...
Loading...