Kamis, 27 Juni 2019 12:34 WITA

Jelang Sidang Putusan, Kediaman Wakil Ketua MK di Gowa Dijaga Ketat

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Jelang Sidang Putusan, Kediaman Wakil Ketua MK di Gowa Dijaga Ketat
Kediaman pribadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Aswanto.

RAKYATKU.COM, GOWA - Rumah kediaman pribadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Aswanto di Cluster Golden Garnet, Kabupaten Gowa, dijaga ketat oleh polisi, Kamis (27/6/2019).

Pengawalan ketat tersebut dilakukan jelang pembacaan hasil putusan sidang sengketa Pilpres, siang ini. Rumah pribadi Aswanto dijaga oleh 1 regu Patmor dan Patko Sabhara yang terdiri dari 17 orang.

Kasat Sabhara Polres Gowa, AKP Al Habsi mengatakan, penjagaan tersebut diperketat seiring dengan agenda pembacaan hasil putusan MK terkait sengketa Penetapan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Jakarta.

"Sejak kemarin siang hingga malam hari tadi, kami tugaskan personel untuk meningkatkan pelaksanaan patroli di kediaman pribadi Wakil Ketua MK ini, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Al Habsi.

Sejauh ini kata Habsi, kediaman Wakil Ketua MK masih dalam kondisi aman. 

"Alhamdulillah, hingga saat ini kediaman pribadi Wakil Ketua MK masih dalam situasi yang aman dan kondusif. Meski demikian, kami akan tetap meningkatkan patroli ini untuk menghindari adanya gangguan Kamtibmas," tambahnya.

Selain itu, sejumlah kendaraan yang hendak masuk ke kawasan Cluster Golden Garnet terlebih dahulu diperiksa.

loading...

Senada, Wakapolres Gowa Kompol Muh Fajri menuturkan, kesiapsiagaan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan personel dalam rangka mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kendati wilayah Kabupaten Gowa hingga saat ini masih dalam taraf aman dan kondusif, namun kali ini kita tingkatkan kesiapsiagaan," ungkap Kompol Fajri.

Selain itu, Ia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat menerima apapun hasil putusan MK, dengan tetap tenang dan menjaga kondusifitas wilayah, serta tidak melakukan aksi kekerasan maupun pelanggaran hukum lainnya. 

"Apapun hasil putusan MK, harus dimaknai sebagai putusan yang terbaik untuk mengakhiri segala sengketa yang berkaitan dengan Pemilihan Umum," pungkasnya.


 

Loading...
Loading...