Kamis, 27 Juni 2019 02:31 WITA

Sempat Mangkir, Akhirnya Penyidik Polres Periksa Bendahara PU Jeneponto

Penulis: Zul Lallo
Editor: Aswad Syam
Sempat Mangkir, Akhirnya Penyidik Polres Periksa Bendahara PU Jeneponto
Jembatan Bosalia, Jeneponto yang mangkrak.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO -- Akhirnya Bendahara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jeneponto diperiksa setelah sempat mangkir dari jadwal pemeriksaan di Polres Jeneponto.

Pemeriksaan terhadap bendahara Dinas PU berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Jembatan Bosalia, yang menghubungkan Kampung Tarrusang, Kelurahan Monro-monro.

Infrastruktur pembangunan jembatan tersebut berlokasi di Kampung Bosalia, Kelurahan Sidenre, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman mengatakan, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap bendahara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jeneponto.

"Sore sudah diambil keterangannya dan jadwal pemeriksaan kemarin," kata Boby Rachman kepada Rakyatku.com, Rabu (26/6/2019).

Informasi dihimpun, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Jeneponto, mendalami abutment jembatan dan tiang pancangnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rahcman mengatakan, dalam waktu dekat paling lambat dua minggu kedepan, akan memanggil mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Jeneponto, berinisial AM.

Loading...

"Belum kita lakukan pemanggilan terhadap AM. Namun dalam waktu dekat dua minggu ke depan, kita akan periksa. Saat ini kami masih rampungkan pemeriksaan saksi lain dulu," kata Boby kepada Rakyatku.com, Rabu (26/6/2019).

Kata dia, pihak kontraktor sudah diperiksa, termasuk dengan beberapa saksi lainnya. Ia juga menguraikan bahwa peran kepala dinas akan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan.

"Jadi nanti kami BAP saksi dulu, namun yang jelas mantan kadis PU selaku Pengguna Anggaran (PA) itu, pada saat proyek dilaksanakan. Iya perang semua terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa di Dinas PU," katanya.

Menurutnya, nanti akan dilakukan gelar perkara kembali, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi dan semuanya rampung.

"Kontraktor, PPK, PPTK dan ULP sudah kita diperiksa dan 14 orang saksi lainnya. Dan tinggal beberapa saksi lagi. Jadi kami tegaskan untuk pemeriksaan mantan kadis sudah kita jadwalkan," pungkasnya.

Loading...
Loading...