Kamis, 27 Juni 2019 00:01 WITA

PR Bocah Ini Tunjukkan Pandangan Bahwa Laki-laki Jadi Raja dan Perempuan Jadi Budak

Editor: Aswad Syam
PR Bocah Ini Tunjukkan Pandangan Bahwa Laki-laki Jadi Raja dan Perempuan Jadi Budak
PR seorang siswa SD di Malaysia.

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Mereka mengatakan anak-anak seperti spons - usia muda mereka memudahkan mereka untuk belajar dan menyerap informasi, baik itu matematika, bahasa, membaca, menulis, moral dan etika. 

Hal lain yang bisa diterima anak-anak adalah kepercayaan.

Seorang gadis sekolah kecil dari sekolah tak dikenal di Malaysia, telah mengejutkan dan membuka mata warganet akan fakta, bahwa sistem pendidikan kita mungkin menanamkan kepercayaan yang sangat merusak ke generasi muda. 

Dalam postingan Facebook yang sekarang viral oleh Zam Zanizah Yatim, gambar pekerjaan rumah gadis kecil itu dapat dilihat.

Zam menulis tulisan itu dengan mengatakan:

“Ini tidak terlihat tepat di mataku. Seorang gadis kecil menulis ini. Anak yang kasihan. Sejak usia muda dia sudah diajarkan untuk menjadi budak, sedangkan anak laki-laki adalah raja.

“Penyebabnya banyak pria / suami menjadi malas dan tidak berguna dalam hidup, tidak tahu bagaimana membantu istrinya dengan pekerjaan rumah dan perawatan anak. Alhamdulillah suamiku berdedikasi."

Pekerjaan rumah mengharuskan gadis itu untuk menuliskan peran seorang putra dan putri di unit keluarga.

Gadis kecil itu menuliskan jawaban-jawabannya sebagai:

Putra: 
a) Untuk bermain 
b) Untuk tidur 
c) Untuk makan 
d) Untuk minum 
e) Untuk meminta Milo

Loading...

Anak perempuan:
a) Mencuci piring 
b) Merapikan rumah 
c) Merapikan dapur 
d) Mengeringkan pakaian 
e) Mencuci lantai

Bagian terburuk? Guru yang menilai pekerjaan rumah menandai jawabannya dengan centang, memperkuat keyakinan pada gadis kecil bahwa peran gender yang reduktif dalam lingkungan rumah sepenuhnya benar dan masuk akal.

Warganet juga mengambil bagian komentar untuk berbagi kesedihan dan kekecewaan mereka atas insiden tersebut.

Komentar ini berbunyi, "Harusnya sama untuk kedua belah pihak."

Yang lain berbunyi, "Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat di rumah."

Beberapa bahkan menunjukkan kemungkinan pandangan sekolah lama masih diterapkan di rumah tangga, merujuk pada peran gender tradisional laki-laki sebagai pencari nafkah keluarga sementara perempuan memasak dan membersihkan.

Komentar ini berbunyi, “Orang tua dapat digunakan untuk ajaran nenek moyang kita. Jadi sekarang kita tahu, kita perlu perlahan-lahan berubah. Jangan sampai jadi dan menyalahkan orang tua, kakek nenek, lelaki pada umumnya begitu saja. Istri juga harus lebih pintar."

Kita hidup di zaman di mana laki-laki dan perempuan menjadi lebih dan lebih setara, terutama dalam angkatan kerja, jadi itu normal juga untuk membangun lingkungan yang sama adilnya di rumah.

Postingan Zam sejak itu telah dibagikan lebih dari 9.400 kali. Kita semua perlu mendidik terutama anak muda kita, bahwa setiap orang adalah sama dan tidak sepenuhnya terikat dengan peran gender.

Loading...
Loading...