Rabu, 26 Juni 2019 10:16 WITA

Asmanya Kambuh dan Tinggi Darah, Pelawak Doktor Qomar Dilepas

Editor: Abu Asyraf
Asmanya Kambuh dan Tinggi Darah, Pelawak Doktor Qomar Dilepas
Nurul Qomar saat masih dalam tahanan. (FOTO: PANTURAPOST.COM)

RAKYATKU.COM - Komedian, Doktor Nurul Qomar akhirnya dikeluarkan dari tahanan, Selasa petang (25/6/2019). Dia hanya ditahan semalam gara-gara penyakitnya kambuh.

Kepala Satuan Reskrim Polres Brebes, Ajun Komisaris Polisi Triagung Suryomicho mengatakan, Qomar keluar tahanan pukul 17.30 WIB. 

"Setelah diperiksa (kesehatannya) yang bersangkutan benar sakit asma dan memang tensi darahnya cukup tinggi," ujar Triagung seperti dikutip dari Viva.co.id, Rabu (26/6/2019).

Qomar memang sempat menjalani serangkaian medical check up untuk mengetahui secara pasti kondisi kesehatannya. 

Qomar terjerat kasus dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3. Ia ditangkap tim Satreskrim Polres Brebes, Jawa Tengah, di rumahnya di Cirebon, Jawa Barat pada Senin (24/6/2019).

Sejak ditangkap pada Senin siang, penyidik juga belum memeriksa Qomar. Itu karena berkas perkara dugaan pemalsuan yang menjerat Qomar memang sudah lengkap alias P-21.

"Berkasnya sudah lengkap jadi kasus tersangka Qomar tinggal kita serahkan ke Pengadilan Negeri Brebes, " imbuh Triagung.

Qomar ditangkap terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3. Ijazah magister dan doktor itu digunakan pentolan grup lawak kawakan Empat Sekawan itu untuk mencalonkan diri sebagai rektor di sebuah universitas swasta di Brebes.

Loading...

Awal mula kasus dugaan pemalsuan ijazah itu bermula pada 2017 silam. Saat itu, Qomar mencalonkan diri sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudhi Brebes. 

Kala itu, pencalonan Qomar berjalan mulus hingga ia terpilih menjabat rektor sejak Februari 2018. Namun belum genap setahun menjabat, Qomar yang juga eks anggota DPR itu tiba-tiba mundur.

"Yang bersangkutan lalu dilaporkan pihak kampus Muhadi Setiabudhi pada September 2018 terkait dugaan memalsukan keterangan ijazah. Karena saat mendaftar ia (Qomar) hanya melampirkan surat keterangan telah lulus S2 dan S3 pada sebuah kampus di Jakarta," tutur Triagung.

Pelaporan itu, lanjut Tri, lantaran pihak kampus sempat menanyakan bukti ijazah doktor dan profesor Qomar pada 2017 silam. Tapi yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan. 

Curiga dengan hal itu, perguruan tinggi tersebut lantas mengajukan surat ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ), yang disebut Qomar telah meluluskannya.

"Lalu dijelaskan oleh kampus di Jakarta itu bahwa ia (Qomar) ternyata belum lulus dari kampus itu," ujarnya. 

Loading...
Loading...