Rabu, 26 Juni 2019 09:46 WITA

Diuji Kompas TV, Begini Cara Saksi Prabowo Asal Makassar Temukan Data Pemilu yang Invalid

Editor: Abu Asyraf
Diuji Kompas TV, Begini Cara Saksi Prabowo Asal Makassar Temukan Data Pemilu yang Invalid
Idham Amiruddin saat bersaksi di MK.

RAKYATKU.COM - Salah satu saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK) adalah Idham Amiruddin. Pria asal Makassar itu juga termasuk praktisi IT.

Untuk menguji kemampuan Idham, Kompas TV secara eksklusif menguji kemampuan pria berkepala pelontos itu secara terbuka. Idham tampak menggunakan perangkat lunak atau software FoxPro.

Saat bersaksi di MK, Idham Amiruddin sempat memaparkan data invalid dalam data pemilih. Di MK, Idham mengaku mendapatkan data pemilih itu dari Partai Gerindra yang kemudian dia tracking.

Saat diuji Kompas TV, Idham antara lain menunjukkan adanya pemilih dalam DPT yang tidak memiliki nomor kartu keluarga.

"Misalnya (yang tidak ada), status perkawinan, misalnya usia perkawinan, misalnya KK-nya enggak ada. Tidak mungkin KTP muncul kalau orang belum punya KK," ujar Idham dalam video yang dilihat Rakyatku.com, Rabu (25/6/2019).

Ia pun kemudian berupaya membuktikan soal data invalid tersebut dengan FoxPro. Idham tampak mengetikkan ke dalam kolom 'command' di FoxPro.

"Saya suruh komputer ini untuk mencari pemilih yang tidak punya nomor pemilih. Kalaupun ini tidak ada nanti kita lihat nomor KK," katanya.

loading...

"Ini dia. Ada 1354 orang yang tidak punya nomor KK. (Tapi) ada KTP-nya," lanjutnya.

Idham kemudian mengetikkan kembali sesuatu ke dalam FoxPro. "Apakah ini data palsu? Saya mau lihat ini data dari KPU. Saya cari secara normal. Ini saya mau cari secara normal," ujarnya. Setelah beberapa saat, lalu muncul data diri seseorang.

"Ini nomor pemilih ada. Sekarang kita lihat nomor KK-nya. Saya kenal saya mau lihat di sini. Apakah dia punya nomor KK?" Terlihat, di kolom nomor KK hanya tertulis angka nol dan tanda bintang.

Ia kemudian berupaya menunjukkan sejumlah pemilih yang mempunyai NIK sama. Setelah mengetikkan sesuatu ke software tersebut, muncul data-data pemilih.

"Untuk yang NIK-nya seperti ini saja, ada 290 orang. Salah satunya bernama Lambok Maruli. Untuk seri NIK ini ada 137 orang, salah satunya atas nama Sugiarto," ujar Idham.

Loading...
Loading...