Selasa, 25 Juni 2019 18:11 WITA

Pernah Jadi Kepala TK, Mahasiswi Kesurupan saat Qomar Mundur dari Rektor

Editor: Abu Asyraf
Pernah Jadi Kepala TK, Mahasiswi Kesurupan saat Qomar Mundur dari Rektor
Nurul Qomar

RAKYATKU.COM - Pelawak Nurul Qomar termasuk politikus yang kenyang pengalaman. Sebelum jadi rektor yang membuatnya ditangkap polisi, dia pernah jadi kepala taman kanak-kanak (TK).

Itu terjadi dalam kurun waktu 1985-1987. Selain menjadi kepala TK, dia juga bekerja sebagai guru SD di Jakarta.

Namanya jadi populer pada tahun 1990-an ketika ia bersama grup lawak Empat Sekawan muncul di televisi dalam acara komedi situasi Lika-Liku Laki-Laki.

Setelah populer, Qomar tetap menjalani profesi sebagai guru. Namun, kelasnya naik. Dia sempat mengajar sosiologi dan antropologi budaya di SMU Muhammadiyah Cirebon pada 2000-2001. 

Ia juga pernah ditunjuk menjadi Duta Aksara Nasional berkat kegigihannya dalam memberantas buta huruf.

Pada 2017, Qomar ditetapkan sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes, masa bakti 2017-2001. Qomar dianggap sudah berpengalaman di dunia pendidikan baik sebagai praktisi maupun wakil rakyat di legislatif.

Akan tetapi, belum genap setahun, Qomar memutuskan mengundurkan diri dari jabatan Rektor UMUS Brebes. Meskipun singkat, ia mengaku telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik serta mencapai sejumlah target yang ditetapkan. 

Pria kelahiran Jakarta, 11 Maret 1960 itu sempat dua periode menjadi anggota DPR RI, 2004-2014 lewat Partai Demokrat. Pada Pemilu 2019, dia terpilih kembali lewat Partai NasDem.

Qomar sempat vakum karena maju pada Pilbup Cirebon 2013. Dia maju berpasangan H Subhan yang diusung Partai Demokrat dan Gerindra. Sayangnya, kalah di putaran pertama.

Loading...

Pada Pilkada 2018, Qomar kembali menjajal dirinya untuk bisa duduk di kursi eksekutif. Kali ini, ia maju sebagai calon wakil bupati, dipasangkan dengan Mohamad Luthfi. Namun, kembali gagal.

Mahasiswi Kesurupan

Nah, ada cerita menarik saat Qomar mengundurkan diri sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes pada November 2017. Saat itu, mahasiswa berunjuk rasa menolak pengunduran diri Qomar.

Mereka menuntut kepada pihak Yayasan Muhadi Setiabudi membatalkan surat pengunduran diri Qomar sebagai rektor UMUS. Pertemuan audiensi juga dihadiri langsung ketua yayasan dan sejumlah pejabat struktural UMUS.

Namun, permohonan dan tuntutannya agar Qomar kembali menjadi rektor, tak digubris pihak yayasan.

Suasana aula kampus sempat memanas saat puluhan mahasiswa yang didominasi perempuan menangis histeris. Teriakan lantang bergema di aula setempat agar Qomar kembali menduduki jabatan sebagai rektor UMUS.

Saat audiensi, dua mahasiswi tiba-tiba jatuh pingsan tak sadarkan diri. Satu di antaranya mengalami kesurupan. Kejadian itu pun membuat panik ratusan mahasiswa yang berada di aula tersebut.

Nurul Qomar kini ditahan polisi sejak Senin (25/6/2019). Dia resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah palsu S2 dan S3.

Loading...
Loading...