Selasa, 25 Juni 2019 17:19 WITA

Komisioner KPU Kutip Hadis, Kubu Prabowo Ungkap Kesaksian Ahli Jokowi yang Diabaikan Hakim

Editor: Abu Asyraf
Komisioner KPU Kutip Hadis, Kubu Prabowo Ungkap Kesaksian Ahli Jokowi yang Diabaikan Hakim
Prof Edward Omar Sharif Hiariej

RAKYATKU.COM - Tiga pihak yang bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) menanti sidang putusan dengan perang wacana. Masing-masing yakin akan memenangkan sengketa pilpres.

Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Thantowi, misalnya, membuat cuitan terkait sidang yang berlangsung di MK. Dia mengomentari kewajiban pemohon yang harus membuktikan gugatannya.

"Dalam hukum ada asas actori incumbit probatio (siapa mendalilkan, wajib membuktikan)," cuitnya, Selasa (25/6/2019).

Asas itu, kata dia, sama dengan asas dalam peradilan Islam, "Mengajukan alat bukti wajib bagi penuduh dan bersumpah wajib bagi tertuduh".

"Jadi ini asas universal," lanjut Ubaid.

Asas ini, kata dia, merujuk pada hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Jika semua orang diberi hak dengan (hanya berdasar) tuduhan, banyak orang yang klaim harta dan darah orang lain. Namun ajukan bukti wajib bagi penuduh dan bersumpah wajib bagi tertuduh".

Pada bagian lain, anggota tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Prof Denny Indrayana mengungkap kisah tentang saksi ahli Jokowi-Ma'ruf yang dihadirkan dalam sidang, Prof Edward Omar Sharif Hiariej alias Prof Eddy.

Prof Eddy adalah ahli yang dihadirkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjadi terdakwa kasus penistaan agama beberapa waktu lalu.

loading...

Denny menyebut sahabatnya itu mengaku menggunakan pendekatan teks dan konteks yang disesuaikan dengan kasusnya. "Mungkin maksudnya tergantung kliennya," kata Denny di Media Center Prabowo-Sandiaga, Selasa (25/6/2019).

Denny bercerita, saat sidang Ahok sedang berlangsung, dia sempat berdiskusi dengan Prof Eddy. Denny sempat bertanya tentang kasus itu. Kala itu, Prof Eddy bilang layak dipidanakan.

Namun, dalam persidangan kala itu, Prof Eddy tampil sebagai ahli yang dihadirkan pengacara Ahok. Sikap itu pun dipertanyakan Denny.

"Kemudian dalam proses selanjutnya, Prof Eddy menjadi saksi ahlinya Ahok, ini kapan dia tekstual, kapan dia kontekstual? Mungkin tergantung kliennya," ucapnya.

Prof Eddy merupakan ahli yang dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma'ruf dalam sidang gugatan pilpres di MK. Dalam makalah yang dibacakan, Eddy menyoroti sejumlah hal, termasuk petitum yang dimohonkan oleh tim Prabowo lebih tepat dibawa ke Bawaslu, bukan ke MK.

Anggota tim hukum Prabowo, Teuku Nasrullah, bahkan menganggap pria yang akrab dipanggil Eddy itu merupakan 'kuasa hukum terselubung' dari tim hukum Jokowi-Ma'ruf. Nasrullah menilai makalah yang dipaparkan Eddy menyerupai pleidoi.
 

Loading...
Loading...