Selasa, 25 Juni 2019 16:20 WITA

Sembilan Bulan Jadi Rektor, Pelawak Doktor Qomar Ditangkap Setelah Lolos ke DPR RI

Editor: Abu Asyraf
Sembilan Bulan Jadi Rektor, Pelawak Doktor Qomar Ditangkap Setelah Lolos ke DPR RI
Nurul Qomar

RAKYATKU.COM - Pelawak, Dr Nurul Qomar ketiban sial. Dia ditangkap polisi tidak lama setelah berhasil mendapatkan kembali kursi DPR RI hasil Pemilu 2019.

Qomar terjerat kasus lama. Tepatnya saat dia mencalonkan diri sebagai rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes, Jawa Tengah. Qomar akhirnya terpilih saat itu.

Dia dilantik menjadi rektor pada Kamis (9/2/2017). Ia diangkat menjadi rektor melalui Surat Keputusan Nomor 001/SK/YMS/H/2017. Berdasarkan SK itu, mantan anggota DPR RI tersebut menjabat rektor periode 2017-2021.

Namun, hanya menjabat kurang lebih sembilan, dia menyatakan mundur. Tepatnya pada 17 November 2017. 

"Saya merasa sudah tidak nyaman lagi," ungkap Qomar sehari sebelum mengundurkan diri secara resmi.

Selama menjabat, Qomar membukukan akreditasi B di tiga fakultas di UMUS. Kampus juga mencairkan dana hibah senilai Rp740 juta. Jumlah mahasiswa yang masuk ke kampus tersebut pun mencapai 230 orang. Jumlah itu diklaim paling tinggi sejak 2012.

Loading...

Kini, pelawak yang juga pernah menjadi anggota DPR RI ini dinilai melanggar Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Ironisnya, dia ditangkap beberapa bulan sebelum pelantikan anggota DPR RI.

Nurul Qomar langsung ditahan di Mapolres Brebes, Jawa Tengah sejak Senin (25/6/2019). Dia tersandung kasus dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Triagung Suryomicho mengatakan, tersangka dijemput paksa karena beberapa kali dipanggil tidak datang.

Menurut Kasat Reskrim, ijazah yang dipalsukan oleh tersangka adalah ijazah dari salah satu universitas di Jakarta.

Pada Pemilu 2019, Qomar bertarung di Jawa Barat untuk mendapatkan kursi DPR RI. Dia bergabung dengan Partai NasDem dan berhasil mendapatkan 27.621 suara.

Loading...
Loading...