Selasa, 25 Juni 2019 09:46 WITA

Depot Amunisi Meledak, 44.000 Warga Kazakhstan Dievakuasi

Editor: Andi Chaerul Fadli
Depot Amunisi Meledak, 44.000 Warga Kazakhstan Dievakuasi

RAKYATKU.COM - Pemerintah Kazakhstan memerintahkan evakuasi 44.000 kota pada Senin setelah serangkaian ledakan di depot amunisi terdekat yang menewaskan satu orang dan melukai belasan lainnya, kata pihak berwenang negara Asia Tengah itu.

Ledakan itu terjadi di sebuah pangkalan militer di dekat Arys di bekas provinsi Turkistan selatan republik Soviet, yang menampung fasilitas penyimpanan besar era Soviet untuk amunisi peledak, dikutip dari Asia One, Selasa (25/7/2019).

Penyebab api yang menyebabkan ledakan tidak jelas. Insiden serupa di daerah tersebut, pada tahun 2009, 2014 dan 2015, disalahkan atas kelalaian dan kegagalan untuk mematuhi peraturan keselamatan.

Video yang diposting oleh penduduk setempat menunjukkan orang-orang yang ketakutan menatap awan asap dan debu raksasa yang naik dari situs tersebut, disertai dengan suara guntur seperti ledakan bom.

Video lain menunjukkan tentara yang gelisah meneriakkan kata-kata kotor ketika mereka kehabisan pangkalan militer dengan perlengkapan penuh, menginjak kaca yang hancur.

Mereka dapat terlihat menghentikan dua mobil di jalan raya terdekat dan memerintahkan para pengemudi untuk membawa beberapa wanita sipil yang telah mereka antar keluar dari fasilitas. Para prajurit jatuh ke tanah karena lebih banyak ledakan terdengar.

Loading...

Gubernur provinsi Umirzak Shukeyev mengatakan kepada pengarahan bahwa satu orang telah tewas dan 31 lainnya cedera. Pihak berwenang memperingatkan penduduk setempat agar tidak mencoba kembali ke kota karena kerang yang tidak meledak dapat mengubah jalannya menjadi ladang ranjau.

"Skala (api) sangat besar dan ini bisa berlangsung selama beberapa hari," kata Shukeyev.

Presiden Kazakh Kassym-Jomart Tokayev menulis di Twitter bahwa dia telah memerintahkan pemerintah untuk memastikan keselamatan penduduk setempat dan menyelidiki penyebab ledakan itu.

Tokayev sedang menuju ke Arys sendiri, bersama dengan para pejabat senior, kata juru bicaranya.

Loading...
Loading...