Selasa, 25 Juni 2019 08:56 WITA

'Manusia Pohon' Asal Bangladesh Minta Diamputasi untuk Atasi Rasa Sakit

Editor: Andi Chaerul Fadli
'Manusia Pohon' Asal Bangladesh Minta Diamputasi untuk Atasi Rasa Sakit

RAKYATKU.COM - Seorang warga Bangladesh yang dikenal sebagai "Manusia Pohon" karena pertumbuhan seperti kulit kayu di tubuhnya mengatakan ingin tangannya diamputasi untuk membebaskannya dari rasa sakit yang tak tertahankan.

Abul Bajandar telah melakukan 25 operasi sejak 2016 untuk menghilangkan pertumbuhan dari tangan dan kakinya yang disebabkan oleh sindrom langka, dikutip dari Asia One, Selasa (25/6/2019).

Para dokter percaya mereka telah mengalahkan penyakit itu tetapi Bajandar meninggalkan klinik Dhaka pada Mei tahun lalu setelah kambuh kembali.

Ayah satu anak berusia 28 tahun itu diterima kembali ke rumah sakit pada Januari karena kondisinya memburuk, dengan beberapa pertumbuhan beberapa inci panjangnya.

"Saya tidak bisa menahan rasa sakit lagi. Saya tidak bisa tidur di malam hari. Saya meminta para dokter untuk memotong tangan saya sehingga setidaknya saya bisa mendapatkan kelegaan," katanya kepada AFP.

Ibunya Amina Bibi mendukung permohonan itu. "Setidaknya dia akan bebas dari rasa sakit. Ini adalah kondisi yang sangat buruk," katanya kepada AFP.

Bajander menderita epidermodysplasia verruciformis, kondisi genetik langka yang juga dikenal sebagai "sindrom pria pohon".

Bajandar mengatakan dia ingin pergi ke luar negeri untuk perawatan yang lebih baik, tetapi dia tidak punya uang untuk menutupi biaya.

Samanta Lal Sen, kepala ahli bedah plastik di Rumah Sakit Medical College Dhaka, mengatakan dewan tujuh dokter akan membahas kondisi Bajandar pada hari Selasa.

"Dia memberikan pendapat pribadinya. Tetapi kita akan melakukan apa pun yang merupakan solusi terbaik untuknya," kata Sen.

Perdana Menteri Sheikh Hasina menjanjikan perawatan gratis untuk Bajandar setelah penderitaannya menjadi berita utama nasional dan internasional.

Bajander tinggal di sayap pribadi rumah sakit selama hampir dua tahun selama perawatan pertamanya.

Kurang dari setengah lusin orang di seluruh dunia diyakini menderita sindrom ini.

Rumah sakit juga merawat seorang gadis muda Bangladesh yang menderita kondisi ini pada tahun 2017.

Dokter menyatakan pembedahannya sukses, tetapi ayahnya kemudian mengatakan pertumbuhan telah kembali dalam jumlah yang lebih besar dan keluarga menghentikan perawatan dan kembali ke desa mereka.

Loading...
Loading...

Berita Terkait