Senin, 24 Juni 2019 17:56 WITA

Yusril Bicara Peluang Gugatan Prabowo-Sandi Dikabulkan MK

Editor: Abu Asyraf
Yusril Bicara Peluang Gugatan Prabowo-Sandi Dikabulkan MK
Yusril Ihza Mahendra

RAKYATKU.COM - Tiga pihak yang bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) kini deg-degan. Belum ada yang bisa memastikan diri sebagai pemenang. Yusril pun menyebut ada kemungkinan gugatan Prabowo-Sandi dikabulkan.

Hal itu disampaikan ketua tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf itu dalam catatannya, Senin (24/6/2019). Dia mengaku sempat penasaran bukti apa yang akan dibawa kuasa hukum Prabowo-Sandi ke sidang MK.

"Bila mereka berhasil membuktikan, permohonan mereka pasti akan dikabulkan MK. Namun sebaliknya, jika gagal membuktikan, permohonan mereka pasti ditolak," cuit Yusril lewat akun @catatan_yusril.

Bila gagal membuktikan, lanjut dia, Prabowo-Sandi harus menerima konsekuensinya.

"Nanti jadi sasaran gugatan balik bahwa Anda telah melakukan fitnah dan kebohongan terhadap sesuatu yang Anda tidak bisa membuktikannya," kata mantan menteri hukum dan perundang-undangan itu.

Pernyataan itu bagian dari klarifikasi Yusril Ihza Mahendra terhadap pemberitaan di salah satu media online yang menyebut dirinya mengatakan ayat-ayat Alquran tidak relevan dengan sidang sengketa Pilpres di MK. 

"Ada yang bilang saya ini sudah kafir, sekuler, munafik, pengkhianat dan sejenisnya. Padahal, saya tidak pernah berkata demikian di sidang MK," kata Yusril.

Namun, pakar hukum tata negara itu tidak membantah bahwa dua ayat Alquran yang disampaikan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi tidak relevan dengan sidang sengketa pilpres di MK.

Dia ayat dimaksud yakni surat Al Hajj ayat 65 dan surat As Sajdah ayat 25.

"Sebagai mukmin saya yakin bahwa Alquran itu relevan dengan segala zaman. Namun tentu ayat-ayat tertentu dari Alquran haruslah diterapkan dalam konteks yang tepat, sehingga relevan dengan situasi atau keadaan tertentu," ujar dia.

Loading...

Yusril menjelaskan, kedua ayat itu berbicara tentang perselisihan doktrin fundamental suatu agama mengenai konsepsi ketuhanan, yang masuk ke bidang teologi atau Ushuluddin. Menurutnya, konsepsi tentang Tuhan diperdebatkan oleh pemeluk agama yang berbeda, tentulah masalah itu takkan selesai dibahas di dunia ini.

"Karena itu, biarlah Allah memberi keputusan tentang apa yang diperselisihkan oleh pemeluk agama yang berbeda itu di akhirat nanti. Demikian maksud kedua ayat yang dikutip kuasa hukum Prabowo-Sandi itu," lanjut Yusril.

Di sidang MK, Yusril sendiri mengutip tiga ayat Alquran yang memerintahkan agar manusia membentuk badan peradilan untuk memutus sengketa antara mereka dengan berpedoman pada keadilan. 

Ayat-ayat yang dikutip Yusril adalah surat An Nisa ayat 58 dan ayat 135, serta surat Al Maidah ayat 8 yang semuanya menekankan asas keadilan dalam Islam.

"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika mereka kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar-balikkan kata-kata atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan," (QS. An Nisa: 135)

Ayat itu terpampang di dinding ruangan depan gedung Mahkamah Konstitusi. "Tidak ada alasan meragukan kredibilitas MK untuk menyelesaikan sengketa ini sebagaimana dikatakan Bambang Widjojanto," kata Yusril.

Yusril juga mengutip hadis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu yang mengatakan bahwa seandainya setiap orang boleh menuduh sesuka hatinya, maka akan ada orang yang menuntut balas akan harta dan darah dari sesuatu kaum, namun kewajiban untuk membuktikan tuduhan ada pada orang yang menuduh. 

Hadits itu menurut Yusril menjadi dasar universal hukum pembuktian, termasuk hukum acara di negara kita. Karena itu kewajiban Prabowo Sandi untuk membuktikan di sidang MK apakah benar telah terjadi kecurangan dan pelanggaran TSM dalam Pemilu 2019.
 

Loading...
Loading...