Senin, 24 Juni 2019 13:54 WITA

9 Hakim MK Rapat Tertutup, Putusan Sengketa Pilpres Bisa Dipercepat

Editor: Mulyadi Abdillah
9 Hakim MK Rapat Tertutup, Putusan Sengketa Pilpres Bisa Dipercepat
Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat dan bersalaman dengan Anwar Usman, hakim konstitusi dalam pengucapan sumpah atau janji di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 7 April 2016. Foto: Setkab

RAKYATKU.COM - Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini sedang melakukan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk memperoleh pendapat hasil persidangan sengketa Pilpres 2019.

Agenda RPH perdana yang dimulai hari ini diikuti oleh seluruh hakim berikut sejumlah pegawai yang telah disumpah di Gedung MK Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

"Agenda RPH ini dilakukan secara tertutup. Sejak pagi tadi, kegiatan rapat berjalan kondusif. Selain hakim, hanya sejumlah pegawai yang sudah diambil sumpahnya hadir dalam agenda itu," kata Juru Bicara Mahkamah Konstitus (MK) Fajar Laksono dilansir dari Antaranews, pada Senin (24/6/2019). 

Dikatakan Fajar, jalannya sidang RPH membahas terkait seluruh dinamika fakta persidangan terbuka untuk proses pengambilan keputusan, termasuk pembuatan draft putusan yang akan diumumkan kepada publik.

Sesuai dengan ketentuan MK tidak diperkenankan membacakan putusan terkait kesimpulan RPH tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada sejumlah pihak terkait paling lambat tiga hari.

Pihak terkait yang dimaksud adalah Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno serta Tim Kampanye Nasional (TKN) 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI.

Loading...

Pemberitahuan tersebut akan dimuat melalui website resmi MK untuk diketahui oleh publik terkait waktu pengumuman putusan sidang.

Jalannya sidang RPH pada hari ini, kata Fajar, belum diketahui kapan akan berakhir. Seluruhnya bergantung pada dinamika pembahasan atas berkas fakta persidangan oleh hakim.

Fajar Laksono mengatakan tahapan final putusan sidang sengketa Pilpres 2019 yang diagendakan berlangsung pada Jumat (28/6) bisa saja dipercepat tergantung dengan kesiapan hakim.

"Apakah putusannya bisa dipercepat? Mungkin saja kalau semua sudah dianggap selesai dan siap, bisa saja jadwal dimajukan sebelum tanggal 28 Juni 2019," katanya.

Loading...
Loading...