Sabtu, 22 Juni 2019 05:00 WITA

Ditelepon Mahfud MD Malam-Malam, Saksi Ahli Jokowi Ungkap di Sidang MK

Editor: Abu Asyraf
Ditelepon Mahfud MD Malam-Malam, Saksi Ahli Jokowi Ungkap di Sidang MK
Prof Edward Omar Sharif Hiariej (kiri).

RAKYATKU.COM - Satu dari dua saksi ahli yang dihadirkan pihak terkait, Jokowi-Ma'ruf bernama Prof Edward Omar Sharif Hiariej. Dia guru besar hukum pidana UGM.

Saat memberikan keterangan pada sidang MK, Jumat (21/6/2019), pria yang akrab disapa Prof Eddy itu mengungkap bahwa dirinya sempat ditelepon mantan Ketua MK, Mahfud MD.

Itu terjadi pada malam sebelum dia memberikan keterangan di MK. Dalam pembicaraan lewat telepon itu, kata dia, Mahfud sempat menanyakan materi yang akan dia sampaikan dalam sidang.

"Saya kira perlu saya ceritakan di mahkamah yang mulia ini. Tadi malam ketika mantan ketua MK Profesor Mahfud mendengar saya akan bersaksi sebagai ahli, beliau menelepon," ujar Prof Eddy.

Kepada Mahfud, ia mengaku akan menerangkan definisi terjadinya kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam Pemilu. Penjelasan ini dipandang dari sisi hukum pidana.

Kecurangan TSM merupakan dalil yang dituduhkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terjadi dalam sengketa Pilpres 2019.

"Saya bilang saya akan menyampaikan penjelasan soal kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif," ujar Edward.

Loading...

Menurut dia, Mahfud sepakat dugaan kecurangan TSM dijelaskan dari sisi hukum pidana. Hal itu disebabkan kecurangan TSM memang dianggap harus dibuktikan dengan hukum pidana sehingga tudingan tak asal dialamatkan hanya demi motif tertentu.

"Pak Mahfud bilang 'Oh cocok, karena ketika saya ketua MK, saya juga mengambil putusan-putusan terkait tudingan kecurangan TSM di pilkada, saya mengadopsi hukum pidana," ujar Prof Eddy.

Mahfud sendiri sempat membuat cuitan di Twitter sesaat setelah sidang MK ditutup, Jumat malam (21/6/2019).

"Sidang-sidang sengketa Pilpres 2019 sudah berakhir dengan damai. Semua pihak termasuk hakim-hakimnya bertekad melaksanakan firman Ilahi untuk berlaku adil," cuit Mahfud.

"Mudah-mudahan semua istiqamah, majelis hakim memutus dengan adil berdasar ketuhanan YME, pihak-pihak dan kita menghormati apapun putusan MK nanti," lanjut dia.


 

Loading...
Loading...