Sabtu, 22 Juni 2019 04:00 WITA

Perang Hampir Pecah, Iran-AS Terhindarkan Sementara Gara-Gara Ini

Editor: Abu Asyraf
Perang Hampir Pecah, Iran-AS Terhindarkan Sementara Gara-Gara Ini
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Hampir saja perang antara Iran dengan Amerika Serikat pecah. Beruntung, militer Iran masih menahan diri.

Pemerintah Iran menyatakan mereka sempat hendak menembak jatuh sebuah pesawat militer Amerika Serikat, Kamis (20/6/2019). Pesawat P-8 milik AS dengan 35 awak itu tampak memasuki wilayah udara Iran.

"Bisa kami tembak jatuh, tetapi kami tidak melakukannya," kata Kepala Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Amirali Hajizadeh, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/6/2019).

Iran akhirnya hanya menembak drone intai AS. Andai Iran memutuskan menembak jatuh pesawat AS tersebut, maka kemungkinan perang di antara kedua negara langsung pecah.

Pesawat Boeing P-8 Poseidon adalah pesawat khusus militer yang biasa digunakan Angkatan Laut AS. Burung besi itu berfungsi untuk operasi anti-kapal selam dan serang permukaan, serta pengintaian. 

Perangkatnya dibuat khusus untuk bisa tersambung dengan pesawat intai nirawak RQ-4 Global Hawk.

Utusan AS untuk Iran, Brian Hook, mengkritik sikap IRGC. Menurut dia, seharusnya Iran lebih mengutamakan jalur diplomasi ketimbang kekuatan militer. 

Atas sikap AS itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, menyerang balik Hook. "Iran akan merespons diplomasi dengan diplomasi, perang dengan pertahanan kuat," kata Mousavi.

Hesameddin Ashena, penasihat Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyarankan kepada Presiden AS, Donald Trump, supaya segera mencabut sanksi untuk meredakan ketegangan.

loading...

"Perang dan sanksi seperti dua sisi pada koin yang sama. Jika Anda tidak ingin perang, maka harus melakukan sesuatu terhadap sanksi," kata Ashena.

Terpisah, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran karena korban tewas diperkirakan mencapai 150 orang. Jumlah tersebut dinilai tidak akan menjadi balasan yang proporsional terhadap Teheran.

Hal ini terkait reaksi AS kepada Iran yang telah menembak jatuh pesawat tak berawak Amerika. Iran menegaskan pesawat AS itu melanggar wilayah udaranya. Namun klaim itu segera dibantah Washington. 

Jatuhnya pesawat tak berawak itu telah meningkatkan ketegangan di antara kedua negara setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker yang disalahkan AS terhadap Teheran. 

Presiden AS telah menyerang dengan nada agresif dalam komentar publik awal tentang Iran yang menembak jatuh pesawat pengintai Global Hawk. 

"Iran membuat kesalahan yang sangat besar!" kata Trump dalam tweet-nya. Dia kemudian menambahkan di Gedung Putih, "Negara ini tidak akan tahan untuk itu, saya beri tahu Anda." 

Tetapi ketika insiden fajar menyulut kekhawatiran konflik terbuka antara Amerika Serikat dan musuh bebuyutannya yang dinyatakan Iran, Trump bergerak untuk menekan kembali ketegangan itu. 

"Saya merasa sulit untuk percaya itu disengaja, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya," kata Trump. 

Loading...
Loading...