Sabtu, 22 Juni 2019 02:30 WITA

Tim Prabowo Bacakan Surat An-Nisa di Akhir Sidang, Yusril Setuju Dijadikan Pertimbangan

Editor: Abu Asyraf
Tim Prabowo Bacakan Surat An-Nisa di Akhir Sidang, Yusril Setuju Dijadikan Pertimbangan
Suasana sidang di MK

RAKYATKU.COM - Ada yang menarik pada penutupan sidang gugatan pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat malam (21/6/2019). 

Dipimpin Ketua MK, Anwar Usman, suasana sidang berlangsung lebih sejuk. Ayat suci Alquran pun mengalun sebelum Anwar Usman mengetuk palu tanda sidang ditutup.

Salah seorang kuasa hukum Prabowo-Sandi membacakan Alquran surat An Nisa' ayat 135. Dibaca lafaz dan terjemahannya.

"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan."

Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto mengatakan, ayat itu terpajang di kantor MK. Dia berharap ayat itu menjadi pengingat bagai hakim dalam memutuskan gugatan pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Ketua MK Anwar Usman menimpai dengan mengatakan bahwa hakim yang beragama Islam memegang teguh surat An Nisa' ayat 58. Dia lalu membacakan potongan ayat tersebut.

loading...

"Apabila menetapkan hukum di antara manusia, supaya kamu menetapkan dengan adil," kata Anwar.

Ketika diberi kesempatan menyampaikan kata-kata penutup, ketua tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra sependapat dengan tim hukum Prabowo-Sandi.

Yusril berharap ayat tersebut menjadi pedoman bagi majelis hakim dalam memutuskan sidang sengketa pilpres ini.

"Bagi kita semua, persidangan ini berlangsung dengan jujur, fair, dan adil, dan mahkamah akan memberikan putusan yang seadil-adilnya dan apa pun putusan mahkamah akan kita hormati dan kita terima dengan baik," tutup Yusril.

Loading...
Loading...