Jumat, 21 Juni 2019 23:15 WITA

Saksi Ahli Jokowi-Ma'ruf Tantang 02 Hadirkan SBY, Rupanya Ini Masalahnya

Editor: Abu Asyraf
Saksi Ahli Jokowi-Ma'ruf Tantang 02 Hadirkan SBY, Rupanya Ini Masalahnya
Prof Edward Omar Sharif Hiariej

RAKYATKU.COM - Saksi ahli pihak terkait, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Prof Edward Omar Sharif Hiariej menantang kubu Prabowo-Sandi untuk menghadirkan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tantangan itu disampaikan lantaran tim hukum Prabowo-Sandi mengutip pernyataan SBY dalam gugatan sengketa pilpres. Pernyataan SBY yang dikutip adalah tentang dugaan ketidaknetralan intelijen.

Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) menegaskan permintaan Prof Eddy tidak mungkin bisa dipenuhi. 

"Nah, ini problem dari kalangan teoretis, ini speedy trial. Lima hari itu harus datangkan SBY, padahal MK nggak mau. Nah, ada problem kaya gitu," ujarnya.

Menurut BW, dasar yang digunakan Prof Eddy dalam kesaksiannya terlalu teoretis. Dia meminta agar para ahli berbicara realistis.

loading...

"Menurut saya, pijakan dasar yang dipakai itu sangat teoretis, saya nggak mau pakai ilusif. Kalau argumen itu dipakai, secara diam-diam Prof Eddy itu diam-diam speedy trial itu nggak bisa diterapkan. Setting sistem penyelesaian sengketa itu nggak bisa diterapkan speedy trial dalam TSM itu," kata BW. 

"Ini kan constitutional complain, kalau mau dikaji dengan hukum pembuktian yang seperti dikembangkan, perlu waktu untuk menguji itu semua. Kayanya ahli perlu dikaji dalam tataran yang lebih realistik," lanjutnya.

Menurut Prof Eddy, jika pernyataan SBY yang dikutip tim Prabowo hendak dijadikan alat bukti petunjuk oleh majelis, kubu 02 harus bisa menghadirkan SBY dalam persidangan.

"In casu a quo, jika keterangan Presiden RI ke-6 SBY akan dijadikan sebagai bukti petunjuk oleh majelis, bukan berita tentang ketidaknetralan oknum BIN, Polri, dan TNI, yang disampaikan oleh Presiden SBY, namun dalam rangka mencari kebenaran materiil yang selalu didengung-dengungkan oleh kuasa hukum pemohon," kata Eddy.    

Loading...
Loading...