Kamis, 20 Juni 2019 17:39 WITA

Penanganan Kasus Pengadaan Obat Lamban, ACC Minta Kejari Parepare Tidak Masuk Angin

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Andi Chaerul Fadli
Penanganan Kasus Pengadaan Obat Lamban, ACC Minta Kejari Parepare Tidak Masuk Angin

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Kinerja Kejaksaan Negeri Parepare terkait penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan obat tahun 2017 dalam lingkup RSUD Andi Makkasau menuai sorotan. Pasalnya penanganan kasus tersebut terkesan lamban.

Sejak Maret 2018, Mantan PLT Direktur RSUD Andi Makkasau Muh Yamin, Taufiqurrahman, dan Syukur telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini pihak Kejari belum melimpahkan kasus ini ke pengadilan.

Temuan penyidik Kejari Parepare, kerugian negara atas kasus tersebut mencapai Rp2,3 miliar, dari total pengadaan Rp25 miliar.

"Olehnya itu kejaksaan harus berani mengambil sikap untuk penanganan kasus ini, kami juga berharap kejaksaan tidak masuk angin dalam penanganan kasus ini," kata Wakil Direktur Badan Pekerja Anti Corruption Committe (ACC)  Sulawesi, Kadir Wokanubun, Kamis (20/6/2019).

Loading...

Pasalnya, kata Kadir, kasus ini jadi perhatian publik dan ada masalah serius karena ada peran pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan di balik kasus ini.

Langkah yang diambil ACC lantaran terdapat potensi ketidakseriusan jaksa dalam penuntasan kasus tersebut.

"Dalam kasus ini seharusnya Kejaksaan tidak masuk angin dalam penanganan kasus ini. Kami akan terus mengawal kasus ini dan memantau proses penanganannya," tegasnya.

Loading...
Loading...