Kamis, 20 Juni 2019 15:47 WITA

RSUD Daya Sebut BPJS Berutang Rp8 Miliar, BPJS Hanya Akui Rp3,4 Miliar

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
RSUD Daya Sebut BPJS Berutang Rp8 Miliar, BPJS Hanya Akui Rp3,4 Miliar
Hasanuddin Leo

RAKYATKU.COM - DPRD Makassar dibuat penasaran. RSUD Daya berbeda pendapat dengan BPJS Kesehatan terkait jumlah utang biaya pelayanan kesehatan.

RSUD Daya menyebut bahwa utang BPJS Kesehatan mencapai Rp8 miliar. Ternyata, hanya BPJS Kesehatan merasa hanya berutang sekitar Rp3,4 miliar.

Hal itu terungkap pada rapat monitoring evaluasi triwulan I bersama mitra kerja Komisi B DPRD Makassar, Senin (17/6/2019). Rapat dihadiri Dirut RS Daya, Ardin Sani dan perwakilan BPJS.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo berniat untuk mengkonfrontasi RSUD Daya dengan BPJS Kesehatan.

"Harus dikonfrontir agar diketahui kejadian yang sebenarnya. Kalau mereka hanya menyampaikan sepihak-sepihak, masing masing akan merasa benar," ujar Hasanuddin Leo, Kamis (20/6/2019).

Sebelumnya, pada rapat Senin (17/6/2019) lalu, Dirut RS Daya, Ardin Sani mengatakan masih ada sisa utang tak terbayar tersebut akibat bolak-baliknya berkas dari RS Daya ke BPJS.

Loading...

Setiap berkas dimasukkan oleh pihak RS Daya, BPJS selalu mengembalikan dengan alasan ada kekurangan dari hasil verifikasi tim dari BPJS.

Dalam rapat monitoring terungkap bahwa BPJS Kesehatan pada tahun 2018 mempunyai utang sebesar Rp21 miliar. Utang tersebut dinyatakan sebagian telah dibayar. Sisa yang belum dibayarkan Rp8 miliar.

Humas BPJS Kesehatan Makassar, Wira mengakui masih punya utang ke RSUD Daya. Namun, jumlahnya bukan Rp8 miliar, melainkan hanya sekitar Rp3,4 miliar. Itu sebabnya, BPJS selalu mengembalikan berkas yang disetor RSUD Daya.

"Namun, pihak RS belum mengajukan kembali perbaikan atas berkas klaim yang dikonfirmasi tersebut," ungkap Wira.

Loading...
Loading...