Kamis, 20 Juni 2019 14:25 WITA

Calegnya Bocorkan Rahasia TKN, Ketua DPP PBB Berang

Editor: Abu Asyraf
Calegnya Bocorkan Rahasia TKN, Ketua DPP PBB Berang
Ketua DPP PBB, Sukmo Harsono

RAKYATKU.COM - Keterangan salah seorang saksi Prabowo-Sandi, Hairul Anas Suaidi membuat petinggi Partai Bulan Bintang (PBB) berang.

Anas yang merupakan praktisi IT membocorkan materi yang disampaikan dalam pelatihan saksi yang digelar Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Dalam pelatihan tersebut, Moeldoko sempat melontarkan pernyataan bahwa kecurangan bagian dari demokrasi. Menurut Anas, ini seolah-olah legitimasi bolehnya melakukan kecurangan.

Keterangan Anas itu membuat Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB, Sukmo Harsono berang. Dia menyebut Anas sebagai pecundang.

Alasannya, Anas termasuk orang setuju dengan sikap DPP PBB mendukung pasangan 01 yakni Jokowi-Ma'ruf.

Sukmo menyebut kesaksian Anas di sidang MK patut diragukan dari sisi kejujuran lantaran membocorkan amanah yang sempat diterimanya saat pelatihan saksi 01 setelah diangkat sebagai relawan tim IT BPN pascapemilu. 

"Saksi diragukan kejujurannya karena tidak taat asas menyimpan amanah sebagai saksi sehingga apa yang disampaikan saya sinyalir telah melalui proses briefing dan pengkondisian untuk memberi keterangan yang tidak sesuai prinsip seorang saksi, mengingat dia lakukan setelah pencoblosan," ucap Sukmo.

Loading...

Dia memandang tindakan Anas menceritakan materi pelatihan saksi oleh TKN sangat tidak beretika. Dia akan memaklumi jika Anas hanya berbicara soal 'robot' yang diklaim bisa membedah kecurangan Situng KPU.

Selain menjadi caleg PBB, Anas mengaku diangkat sebagai relawan tim IT BPN pascapemilu berlangsung. Saat pemaparan, dia menjelaskan pengalamannya saat mengikuti pelatihan saksi sebagai tim koalisi pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Sukmo menduga Anas hanya berkepentingan menjual program pribadi ke kubu Prabowo dengan mengatasnamakan pemilu jujur adil.

"Saya menyesalkan mental pecundang, saya menduga ini tidak lebih dari menjual program robot ke BPN dengan embel-embel moralitas ingin pemilu yang jurdil," sebut Sukmo.

Selain mengungkap pembicaraan rahasia Moeldoko, Anas juga mengungkap pernyataan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang melarang aparat untuk netral.

Loading...
Loading...