Kamis, 20 Juni 2019 09:16 WITA

Haris Azhar Batal Bersaksi untuk Prabowo, Yusril: Saya Nggak Kenal

Editor: Abu Asyraf
Haris Azhar Batal Bersaksi untuk Prabowo, Yusril: Saya Nggak Kenal
Haris Azhar

RAKYATKU.COM - Hanya 14 saksi fakta tim kuasa hukum Prabowo-Sandi yang tampil dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK). Satu lainnya batal hadir, yakni Haris Azhar.

Haris adalah advokat yang sekaligus pegiat hak asasi manusia (HAM). Meski tidak hadir, Haris tetap menyampaikan kesaksiannya kepada hakim konstitusi. Namun, melalui surat.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade mengungkap alasan batalnya Haris Azhar bersaksi. Salah satunya, karena persoalan HAM yang ingin disampaikan tidak hanya terjadi pada Jokowi, tetapi juga pada Prabowo.

Andre mengatakan, poin-poin kesaksian Haris sudah disampaikan dalam bentuk surat ke majelis hakim konstitusi. "Sehingga MK ya lihat saja surat Haris Azhar," ujar caleg terpilih untuk DPR RI itu.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid juga angkat bicara soal kasus HAM yang disinggung Haris Azhar pada salah satu poin alasannya menolak menjadi saksi di MK. 

Sodik mengawali tanggapannya dengan bercerita soal dirinya yang pernah meminta pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk menyelidiki peristiwa kericuhan 22 Mei 2019 yang menimbulkan korban tewas.

"Saya sampaikan juga agar peristiwa 22 Mei terang benderang dan tidak menambah utang-utang kita terhadap kasus HAM masa lalu yang tidak tuntas yang sering membuat orang seperti Prabowo mendapat stigma yang salah di masyarakat," ucap Sodik.

Nah, TGIPF ini katanya, berfungsi mengungkap peristiwa yang diduga terdapat pelanggaran HAM secara independen. Tujuannya, agar orang-orang yang dituduh melakukan pelanggaran HAM bisa terbebas dari tudingan sehingga masyarakat, termasuk Haris Azhar, punya pandangan baru.

"TGIPF inilah yang akan membuka seterang-terangnya peristiwa yang sesungguhnya secara independen dan komprehensif sehingga yang dituduh pelanggar HAM seperti Prabowo menjadi bersih dan masyarakat, termasuk Haris Azhar, akan mempunyai pandangan dan sikap yang baru," ujarnya.

Loading...

Terpisah, Haris menguraikan alasannya menolak jadi saksi. Dia menyebut Joko Widodo selama menjabat sebagai presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, tidak menjalankan kewajibannya untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.

Sementara Prabowo Subianto, menurut laporan Komnas HAM, merupakan salah satu yang patut dimintai pertanggungjawaban atas kasus penculikan dan penghilangan orang secara paksa sepanjang tahun 1997-1998.

Diminta tanggapan terkait batalnya Haris Azhar bersaksi untuk Prabowo-Sandi, Ketua Tim Hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra mengaku tidak mengenal Haris Azhar. 

"Saya nggak kenal dan nggak ada kepentingannya, nggak ada kekhawatirannya. Mau datang, datang saja, nggak mau datang, ya, silakan," ujar Yusril.

Yusril juga menyebut pihaknya tidak mempermasalahkan bila Said Didu datang menjadi saksi. Menurutnya, tidak terdapat persoalan siapa pun yang dihadirkan.

"Nggak pengaruh siapa saja kalau mau datang, datang saja. Mau Said Didu, Said Didu didatangkan silakan aja. Nggak ada yang salah," ujar Yusril.

"Kalau saya sih siapa pun yang dihadirkan dalam pengadilan ini saya welcome saja ya ada persoalan. Malah kalau bisa sebanyak-banyaknya saksi dihadirkan, hadirkanlah saksi," sambungnya.
 

Loading...
Loading...