Kamis, 20 Juni 2019 08:28 WITA

PBB: Putra Mahkota Saudi Terlibat Dalam Pembunuhan Jamal Khashoggi

Editor: Suriawati
PBB: Putra Mahkota Saudi Terlibat Dalam Pembunuhan Jamal Khashoggi
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman

RAKYATKU.COM - Seorang penyelidik khusus PBB mengatakan ada "bukti yang cukup kredibel" jika Putra Mahkota Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Karena itu, ia harus diselidiki.

Agnes Callamard, pelapor khusus untuk Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, melakukan penyelidikan lima bulan atas kematian Khashoggi musim gugur lalu di Konsulat Saudi di Istanbul.

Dalam sebuah laporan yang sangat dinanti-nantikan, yang dirilis Rabu, Callamard mengatakan bahwa "Khashoggi telah menjadi korban eksekusi yang disengaja dan direncanakan".

Laporan Callamard mengatakan misi untuk "mengeksekusi Khashoggi" memerlukan koordinasi, sumber daya, dan keuangan yang signifikan.

Ia menambahkan bahwa setiap ahli yang dikonsultasikan terkait laporan tersebut merasa bahwa tidak masuk akal jika operasi skala itu dapat dilaksanakan tanpa dikethui Putra Mahkota.

Laporan itu  merekomendasikan agar Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan aset pribadinya di luar negeri disanksi sampai ada bukti diberikan dan dikuatkan bahwa ia tidak bertanggung jawab atas eksekusi itu.

Badan intelijen Barat, termasuk di AS, telah menilai bahwa putra mahkota terlibat dalam kematian Khashoggi, tetapi laporan ini berasal dari penyelidik independen.

Laporan tersebut juga menjabarkan keadaan seputar pembunuhan Khashoggi, termasuk nama dan pergerakan tim pembunuh beranggotakan 15 orang yang dikirim dari Arab Saudi ke Istanbul.

Selama penyelidikannya, Callamard diberi akses oleh intelijen Turki ke beberapa rekaman percakapan di Konsulat Saudi.

Ia dan penerjemah bahasa Arabnya diizinkan mendengarkan sekitar 45 menit audio, meskipun ia yakin intelijen Turki memiliki sekitar tujuh jam rekaman.

Callamard dan penerjemahnya tidak diberi transkrip; mereka harus membuat catatan.

Laporan itu menyatakan bahwa sesaat sebelum Khashoggi tiba di konsulat pada 2 Oktober 2018, dua anggota tim pembunuh membahas cara membuang mayat.

loading...

Rekaman itu juga merinci saat-saat terakhir kehidupan Khashoggi, menurut laporan itu:

"Dalam rekaman itu, suara pergumulan bisa terdengar. Pernyataan-pernyataan berikut juga bisa didengar: "Apakah dia tidur?" "Dia mengangkat kepalanya," "Terus dorong," "Dorong ke sini; jangan lepaskan tanganmu; dorong itu."

Callamard mengatakan penilaian rekaman oleh petugas intelijen di Turki dan negara-negara lain menunjukkan bahwa Khashoggi bisa disuntik dengan obat penenang dan kemudian mati lemas menggunakan kantong plastik.

"Suara gerakan dan terengah-engah dapat didengar di sisa rekaman. Suara lembaran plastik (pembungkus) juga bisa didengar. Intelejen Turki menyimpulkan bahwa ini datang setelah kematian Khashoggi, sementara para pejabat Saudi memenggal tubuhnya."

Jamal Khashoggi meninggal setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Riyadh awalnya menyangkal mengetahui insiden itu, namun para pejabat Saudi kemudian mengklaim bahwa sekelompok operator nakal bertanggung jawab atas kematian jurnalis itu.

Sebelas tersangka dalam pembunuhan Khashoggi diadili di Arab Saudi, lima dari mereka menghadapi hukuman mati.

Namun dalam laporannya, Callamard meminta kerajaan untuk menunda persidangan, dengan mengatakan itu tidak memenuhi standar internasional.

Callamard mendaftar beberapa rekomendasi di akhir laporannya, termasuk mendesak FBI untuk melakukan penyelidikan atas pembunuhan Khashoggi jika belum dilakukan. Dia juga merekomendasikan penyelidikan internasional.

Putra mahkota, yang juga dikenal sebagai MBS, telah berulang kali membantah terlibat.

Menteri urusan luar negeri, Adel al-Jubeir, menulis di Twitter bahwa "tidak ada yang baru" dalam temuan PBB.

"Laporan itu berisi kontradiksi yang jelas dan tuduhan tidak berdasar, yang menantang kredibilitasnya," kata Jubeir

Loading...
Loading...