Rabu, 19 Juni 2019 14:53 WITA

Dibunuh Tetangga Kos, Ini yang Terjadi di Kamar Mandi Karyawati Bank Syariah

Editor: Abu Asyraf
Dibunuh Tetangga Kos, Ini yang Terjadi di Kamar Mandi Karyawati Bank Syariah
Santi Devi Malau semasa hidup

RAKYATKU.COM - Pelaku pembunuhan terhadap karyawati Bank Syariah Mandiri (BSM), Santi Devi Malau (26). Ternyata pasangan suami istri (Pasutri), tetangga kosnya.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat menjelaskan, pasangan suami istri tersebut berinisial DP (20) dan NN (18).

Pada malam sebelum Santi ditemukan tewas, pasutri tersebut marah karena korban tidak meminjamkan uang Rp200 ribu.

DP merupakan mantan operator warnet. Sedangkan NN bekerja di warung makan. Keduanya baru saja diberhentikan dari tempat kerjanya.

Ketika butuh uang, mereka mendatangi kamar kos korban. Mereka tahu korban adalah karyawan bank.

Menurut Sukamat, pelaku mengetuk pintu kamar kos korban pada pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban hanya membuka pintu sekira 30 sentimeter untuk melihat tamu yang datang.

Namun, pelaku langsung menerobos masuk ke dalam kamar. Mereka lalu menyampaikan niatnya meminjam uang. Namun, Santi tidak memiliki uang kontan. 

Loading...

Dia minta pelaku bersabar karena uangnya ada di ATM. Namun, pelaku tak percaya. Pelaku ngotot lalu menarik korban dari pintu kos menuju ke kamar mandi. 

Korban menjerit minta tolong. Karena takut aksinya diketahui orang lain, pelaku mendorong korban hingga jatuh. Kepala korban terbentur di kloset kamar mandi. DP kemudian mencekik leher korban.

"Pelaku ini mengaku kalut karena korban menjerit hingga akhirnya menghabisi nyawa korban di kamar mandi," tutur Sukamat seperti dikutip dari Detikcom.

Pelaku kemudian merogoh saku baju korban dan mengambil uang Rp22 ribu. Mereka juga mengambil dompet dan jam tangan korban, ponsel, tiga tas milik korban, dan satu dompet kecil.

Pelaku tidak menemukan uang sepeser pun. Hanya beberapa ATM. Pelaku lalu meninggalkan rumah menuju Sibolga. Di sana, pelaku menjual ponsel korban seharga Rp400 ribu kepada tukang becak. 

Pada malam harinya, pasutri itu menginap di salah satu pos Siskamling di Sibolga. Dan kemudian berangkat menuju Medan dengan menaiki taksi gelap.
 

Loading...
Loading...