Kamis, 20 Juni 2019 07:01 WITA

Siswa Tikam Gurunya karena Tertekan oleh Peraturan Ketat

Editor: Aswad Syam
Siswa Tikam Gurunya karena Tertekan oleh Peraturan Ketat
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Sebagai siswa sekolah menengah atau universitas, stres tidak dapat dihindari karena tugas dan ujian menumpuk setiap minggu. 

Beberapa mampu mengatasi stres mereka dengan menjalankan manajemen waktu yang baik, sementara beberapa kewalahan dan tidak dapat berfungsi di bawah semua tekanan.

Ada beberapa cara untuk melepaskan stres bagi orang-orang yang tidak bisa mengatasinya sendirian, seperti berbicara dengan seseorang, beristirahat sejenak, atau melakukan sesuatu yang Anda sukai. Tetapi, tampaknya menikam seseorang adalah pilihan bagi siswa Malaysia ini.

Seorang siswa kelas lima dari sebuah sekolah di Sungai Manggis diduga stres dan menikam guru konselingnya beberapa kali sebagai balas dendam. 

Seperti dilaporkan The Star. Senin, 17 Juni 2019. Pukul 8.20 malam, di kamar asisten sipir, ketika remaja berusia 17 tahun itu memasuki ruangan dan menunggu gurunya, Muhammad Hasnan Salim. 

Kepala Polisi Kuala Langat, Supt Azizan Tukiman mengatakan, korban, yang berusia 30-an, datang dan melepas sepatunya, ketika tersangka menikamnya.

"Korban ditikam beberapa kali di bahu sebelum tersangka melarikan diri," katanya.

"Sebuah pisau tertancap di bahu korban, yang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Banting sebelum dia dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah (HTAR) di Klang untuk perawatan lebih lanjut," ujar Tukiman.

Loading...

Polisi diberitahu tentang situasi, dan segera bergegas ke sekolah untuk menahan bocah itu.

Azizan Tukiman mengatakan, bocah itu menyerang guru karena ia menderita stres akibat semua peraturan ketat yang diberlakukan di sekolah dan asrama yang ditetapkan oleh guru.

"Karena dia tidak puas dan karena stres yang luar biasa, tersangka bertindak di luar kendali," katanya.

Untungnya, bocah itu ternyata tidak terlibat dalam narkoba.

Sementara itu, korban harus menjalani operasi tetapi dilaporkan dalam kondisi stabil. Sementara bocah itu telah diperintahkan untuk dikirim kembali selama lima hari hingga 21 Juni, dan sejak itu telah dirujuk ke unit Psikiatri Rumah Sakit Banting.

"Kasus ini telah diklasifikasikan sebagai diselesaikan dan makalah investigasi akan segera dirujuk ke Wakil Jaksa Penuntut Umum, untuk tindakan selanjutnya," katanya.

Loading...
Loading...