Selasa, 18 Juni 2019 23:28 WITA

Dua Dosen FKIP Ikut Sertifikasi Master Fasilitator di Singapore Polytechnic

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Fathul Khair Akmal
Dua Dosen FKIP Ikut Sertifikasi Master Fasilitator di Singapore Polytechnic

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar kembali mengirimkan dua dosen dari Prodi Bahasa Inggris dalam program sertifikasi Master Fasilitator, Advanced Facilitation in Social Innovation (AFSI) angkatan pertama yang dilaksanakan oleh Singapore Polytechnic dari tanggal 17 hingga 21 Juni 2019 mendatang di Singapura.

Dua dosen tersebut yaitu Wildhan Burhanuddin dan Wongso Adi Saputra. Diketahui, kedua dosen tersebut telah menjadi fasilitator dalam program Learning Express, dimana kegiatan pendampingan ini menjadi bagian dari Program pengabdian Internasional FKIP Unismuh Makassar yang dilaksanakan dua kali dalam setahun sejak 2017 sampai sekarang. 

Dekan FKIP, Erwin Akib sangat menyambut baik hal tersebut karena setelah lulus dari program pelatihan AFSI ini.

"Kedua dosen Unismuh ini akan memulai tugas mereka untuk menjadi Master Fasilitator di negara-negara ASEAN dan Jepang. Hal tersebut diharapkan mampu menambah catatan positif kampus Universitas Muhammadiyah Makassar di dunia internasional sehingga mampu meningkatkan level Universitas baik di tingkat nasional maupun Internasional," harapnya, Selasa (18/6/2019).

Erwin melanjutkan, kegiatan Sertifikasi Master Fasilitator AFSI ini bertujuan untuk melatih calon pendamping dan pengawas para fasilitator yang berasal dari Negara-negara ASEAN termasuk Jepang yang merupakan mitra kampus dari Singapore Polytechnic. 

Loading...

Dari 380 fasilitator yang terdapat dari beberapa negara ASEAN dan Jepang, hanya terpilih empat belas dosen yaitu tujuh dosen Singapore Polytechnic, dua dosen Chitralada Technology Institute Thailand, dua dosen Unismuh Makassar, satu dosen Kanazawa Institute of Technology Jepang, dan satu dosen University of Information Technology Myanmar. 

Dalam proses pelatihan ini, para calon Master Fasilitator tersebut mendapatkan pelajaran mengenai pemahaman budaya lintas Negara dan juga Risk Assesment Management System (RAMS).

"Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk calon Master Fasilitator dalam mendampingi para fasilitator dan mahasiswa dari beberapa Negara pelaksana LeX nantinya," tutup Erwin.

Loading...
Loading...