Selasa, 18 Juni 2019 20:16 WITA

Tim Hukum Akui Salah Input Sumbangan Jokowi Rp19,5 M, Dahnil: Kok Kompak Ya

Editor: Abu Asyraf
Tim Hukum Akui Salah Input Sumbangan Jokowi Rp19,5 M, Dahnil: Kok Kompak Ya
Dahnil Anzar Simanjuntak

RAKYATKU.COM - Ada yang menarik dari jawaban tim hukum Jokowi-Ma'ruf terhadap gugatan Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK). Terutama soal sumbangan dana kampanye dari Jokowi Rp19,5 miliar.

Anggota tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Luhut Pangaribuan menyebut, Jokowi tidak memberikan sumbangan dana kampanye dari kantong pribadinya. 

Sumbangan yang disebutkan dalam laporan penggunaan dana kampanye yang dikutip tim hukum Prabowo-Sandi, kata Luhut, sebenarnya dana dari TKN untuk tim kampanye daerah.

Namun, lanjutnya, dalam laporan dana kampanye ditulis bersumber dari Jokowi. Totalnya Rp19.558.272.030.

"Karena teknis peng-input-an data sehingga tertulis nama pengirim Joko Widodo, padahal nama pemilik rekening adalah TKN Jokowi-Ma'ruf Amin," katanya.

Luhut mengatakan, sumbangan dana kampanye dari perorangan, partai politik, kelompok ataupun badan usaha non-pemerintah telah diperiksa dan telah diverifikasi langsung oleh Kantor Akuntan Publik independen yang ditunjuk KPU yakni Anton Silalahi.

Loading...

Menanggapi jawaban tim hukum Jokowi-Ma'ruf itu, juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak membuat cuitan di akun Twitternya.

"Ini buzzer, akun Tuyul dan Timses, serta Tim Hore yang sok tahu menyebutkan bahwa BPN salah baca angka mana? Kok kompak salah input ya," cuit Dahnil, Selasa (18/6/2019).

Sebelumnya, tim Prabowo-Sandi gencar memprotes data Situng KPU yang menampilkan suara hasil pilpres. Jawaban KPU saat itu adalah salah input.

Makanya, istilah "salah input" sempat populer selama masa rekapitulasi suara KPU.

Loading...
Loading...