Selasa, 18 Juni 2019 17:53 WITA

Dengar Percakapan Sopir Bus yang Hendak Membunuhnya, Amshor Rebut Kemudi

Editor: Aswad Syam
Dengar Percakapan Sopir Bus yang Hendak Membunuhnya, Amshor Rebut Kemudi
Polantas melakukan olah TKP tabrakan beruntun di Tol Cipali. (Sumber: Detik)

RAKYATKU.COM, CIREBON - Tabrakan beruntun terjadi di kilometer 151 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Senin, 17 Juni 2019. Kali ini, 12 nyawa melayang.

Saat itu, Amshor (29), sedang menumpang bus Safari Lux tujuan Jakarta. Sekitar pukul 01.00 WIB, dia mendengar sopir bus menelepon seseorang tentang rencana pembunuhan. 

Amshor yang berada di dekat sopir merasa, dirinya jadi target pembunuhan. Dia lalu menyerang sopir dan berusaha merebut kemudi. Akibatnya, bus tak terkendali, kemudian berpindah jalur dan menabrak empat kendaraan lain. Sebanyak 12 nyawa melayang, termasuk sopir bus dan kernetnya.

Siapakah Amshor? Detik menelusuri kediaman Amshor, di RT 1 RW 2 Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kediaman Amshor terlihat sepi. Tidak ada aktivitas. Tak satu pun perwakilan keluarga yang bisa ditemui. 

Ketua RT 1 RW 2 Kelurahan Watubelah, Rusbandi mengatakan, Amshor dikenal sebagai pribadi yang baik dan supel. Ia mengaku kaget mendengar kejadian kecelakaan maut di Tol Cipali akibat ulah Amshor.

"Amshor itu orang baik, tidak ada riwayat apa-apa. Tadi malam adiknya ke sini, minta surat penghantar buat Jasa Raharja," kata Rusbandi kepada Detik, di kediamannya, Selasa (18/6/2019).

Rusbandi mengaku sempat berbincang dengan adik dari Amshor, Emah. Rusbandi mengatakan Emah menceritakan tentang masalah yang dihadapi Amshor selama bekerja di Jakarta, tepatnya di Gandaria Tower sebagai sekuriti.

Loading...

"Ya ada teman kerja yang sudah lama di situ tak suka dengannya. Itu kata adiknya, begitu. Baru enam bulan di Jakarta," kata Rusbandi.

Rusbandi menceritakan, permasalahan dengan teman kerjanya itu membuat Amshor dilanda kecemasan. Amshor dihantui perasaan akan terjadinya pembunuhan terhadap dirinya. 

"Dibayangi rasa takut ingin dibunuh. Sejak mau pulang ke Cirebon itu. Sebenarnya masalah kerjaan, kejiwaan normal," ujar Rusbandi.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menyebut, Amshor menyerang sopir lantaran mendengar percakapan yang membahayakan nyawanya. Amshor beralibi, sopir hendak menghabisi nyawanya. 

"Menurut keterangan Amshor, bahwa sopir dan kernet itu hasil pembicaraan telepon akan membunuh dia (Amshor), 'saya mau dibunuh sama sopir sama kernetnya. Tahu dari mana, dari pembicaraan telepon'," kata Rudy di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/6).

Polisi mendalami pengakuan Amshor. Benar atau tidaknya ungkapan Amshor itu perlu pembuktian. Namun keterangan kunci dari sopir dan kernet bus Safari Lux tak mungkin dilakukan polisi, lantaran keduanya tewas akibat kecelakaan maut tersebut.

Loading...
Loading...