Selasa, 18 Juni 2019 17:18 WITA

Pengakuan Mantan Menteri BUMN: Anak Perusahaan Juga BUMN

Editor: Abu Asyraf
Pengakuan Mantan Menteri BUMN: Anak Perusahaan Juga BUMN

RAKYATKU.COM - Di tengah perdebatan antara tim hukum Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma'ruf dan KPU, pernyataan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan menjadikan kasus itu terang benderang.

Menurut Dahlan Iskan, selama ini anak perusahaan BUMN seperti BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri diperlakukan seperti BUMN. Sama-sama dengan induknya, harus tunduk pada UU Keuangan Negara.

Andai status anak perusahaan BUMN, bukan BUMN, maka para eksekutif tidak perlu ketakutan berinovasi seperti yang terjadi selama ini.

Makanya, kata Dahlan, bila MK nanti memutuskan bahwa anak perusahaan BUMN bukan termasuk BUMN, maka itu akan melegakan para eksekutif di anak perusahaan BUMN tersebut.

"Tidak ada lagi ancaman merugikan keuangan negara. Para eksekutif itu bisa berlindung sepenuhnya pada UU Perseroan Terbatas. Seperti perusahaan swasta pada umumnya. Pun bisa bersaing lebih seru dengan swasta," kata Dahlan dalam catatannya di disway.id, Selasa (18/6/2019).

Loading...

"Mereka cukup berbekal pada persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Itulah lembaga tertinggi dalam sebuah perusahaan. Begitu RUPS sudah setuju tidak ada lagi persoalan hukum," lanjut Dahlan dalam catatan berjudul "Anak Perusahaan".

"Tidak akan lagi dikenakan UU Keuangan Negara. Tidak akan ada lagi kesalahan prosedur. Bila kesalahan itu sudah dilaporkan ke RUPS. Dan RUPS sudah menyetujuinya," tambah mantan direktur utama PT PLN itu.

Dalam jawabannya terhadap gugatan Prabowo-Sandi, tim hukum KPU dan Jokowi-Ma'ruf menyebut bahwa BNI Syariah dan BSM bukan termasuk BUMN.

Padahal, dalam praktiknya, kedua perusahaan tersebut selama ini diperlakukan sebagai BUMN. Putusan Mahkamah Agung Nomor 21 Tahun 2017 menguatkan hal tersebut.

Loading...
Loading...