Selasa, 18 Juni 2019 13:24 WITA

Pernyataan Terakhir Mohamed Morsy Sebelum Meninggal di Pengadilan

Editor: Suriawati
Pernyataan Terakhir Mohamed Morsy Sebelum Meninggal di Pengadilan
Mohamed Morsy

RAKYATKU.COM - Presiden Mesir yang digulingkan, Mohamed Morsy pingsan dan meninggal di pengadilan Kairo pada hari Senin (17/06/2019).

Menurut kantor kejaksaan umum Mesir, Morsy jatuh pingsan segera setelah membuat pernyataan akhir dalam persidangan atas tuduhan spionase.

Selama persidangan itu, dia berbicara di dalam kurungan kaca kedap suara.

"Dia berbicara 7 menit sebelum sesi persidangan ditunda," kata pengacara Morsy, Abdel Moneim Abdel Maqsoud, kepada CNN.

"Semenit kemudian, kami melihat keributan di kotak kaca pengadilan, kami bisa mendengar para terdakwa berteriak, Dr. Morsi telah jatuh," kata Abdel Maqsoud.

Morsy menutup pernyataan terakhirnya dengan mengutip sebuah sajak yang berbunyi, "Negaraku sangat berharga bahkan jika itu menindas saya dan rakyat saya terhormat bahkan jika mereka tidak adil terhadap saya," kata Abdel Maqsoud.

Al Ahram online milik pemerintah Mesir melaporkan bahwa mantan pemimpin itu menderita serangan jantung.

Dia dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit pada 16:50 (waktu setempat). Tidak ada luka nyata yang ditemukan di tubuhnya.

Loading...

Pada Senin malam, presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, bereaksi terhadap berita itu, menyebut Morsy sebagai "saudara" dan "martir,".

Erdgoan juga menulis Twitter tentang kematian Morsy, mengatakan dia telah "melakukan salah satu perjuangan demokrasi terbesar dalam sejarah."

Morsy terpilih sebagai presiden Mesir pada Juni 2012 setelah pemberontakan Musim Semi Arab 2011 yang menggulingkan pemerintahan lama Hosni Mubarak.

Sebagai anggota senior Ikhwanul Muslimin, Morsy telah berkampanye untuk menarik audiens seluas mungkin.

Tapi, selama berkuasa, kritikus mengatakan dia menjadi pemimpin otoriter. Pada tahun 2013, Morsy digulingkan dalam kudeta.

Pada saat yang sama, gerakan Ikhwanul Muslimin dilarang oleh pemerintah dan dinyatakan sebagai organisasi teroris.

Loading...
Loading...