Selasa, 18 Juni 2019 12:38 WITA

Gara-gara Sengketa Tanah, Pria Ini Sewa Pembunuh Rp50 Juta Habisi Satu Keluarga

Editor: Aswad Syam
Gara-gara Sengketa Tanah, Pria Ini Sewa Pembunuh Rp50 Juta Habisi Satu Keluarga
Bangkit Sembiring saat dirawat di rumah sakit. (Sumber: Tribunnews)

RAKYATKU.COM, SUMUT - Terungkap sudah motif Serikat Tarigan, menghabisi satu keluarga di Desa Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (31/5/2019) lalu.

Itu setelah Serikat Tarigan diamankan kepolisian, Sabtu (15/6/2019) lalu, bersama enam pelaku lainnya di beberapa lokasi berbeda. Enam pelaku lainnya, masing-masing, Wagino, Joni Ginting, Boyma Sitinjak, Bonansa Siagian dan Massa Tarigan di Desa Bukti Lau Kersik, Kota Medan.

Sementara satu pelaku lainnya, Bambang Harianto yang diamankan di rumahnya di Dusun Pakel, Desa Selamat Kecamatan Tenggulu, Kabupaten Tamiang.

Para pelaku diketahui menyatroni rumah korban, Bangkit Sembiring (59), pada Jumat, 31 Mei 2019. Mereka berusaha melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga tersebut.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto sebagaimana dilansir Tribunnews menjelaskan, motif pembunuhan adalah sengketa lahan 1,5 hektare.

"Motifnya adalah dendam yang dilatarbelakangi karena sengketa masalah pertanahan," kata Agus Senin (17/6/2019).

"Korban menguasai lahan yang 1,5 hektare dan terjadi silang sengketa dengan ipar pelaku," tambahnya.

Agus menjelaskan, otak pembunuhan adalah Serikat Tarigan yang masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan korban.

Lantaran dendamnya, Serikat Tarigan merencakan percobaan pembunuhan sejak Maret 2019.

Loading...

Ia mendapat limpahan dari iparnya untuk mengurus masalah sengketa tanah dengan korban.

Ia kemudian menyewa pembunuh bayaran senilai Rp50 juta untuk melakukan pembunuhan.

"Uang tersebut juga digunakan untuk membeli peralatan atau senjata tajam, dan menyewa mobil. Ini motif dendam, dari tiga pelaku diberi tindakan tegas karena melawan petugas. Bahkan anak korban berusia 10 tahun dipukul dengan martil," urai Agus.

Sementara itu, Dirkrimun Polda Sumur, Kombes Pol Andi Rian mengungkapkan, eksekusi pembunuhan yang dilakukan pelaku mengalami kendala.

Di luar dugaan pelaku, keluarga korban melawan saat diserang.

"Mereka sudah menggambar dan dari analisis kita dan interogasi, proses mereka merencanakan dari bulan Maret 2019 dan dilakukan Mei," ujar Andi Rian, Senin (17/6/2019).

Ia menjelaskan bahwa masing-masing pelaku mendapatkan imbalan Rp6 juta hingga Rp7 juta dari uang yang diberikan oleh Serikat Tarigan.

Loading...
Loading...