Selasa, 02 Agustus 2016 17:57 WITA

Tidak Bayar Iuran BPJS Kesehatan, Pelayanan Diberhentikan dan Didenda

Penulis: Sartika Marzuki
Editor: Adil Patawai Anar
Tidak Bayar Iuran BPJS Kesehatan, Pelayanan Diberhentikan dan Didenda
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar, dr Elsa Novelia.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Kantor Cabang Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Makassar, dr Elsa Novelia meminta, kepada peserta BPJS untuk rutin membayar iuran setiap bulan.

Pasalnya, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 tahun 2016 terkait denda terhadap peserta yang terlambat membayar iuran akan dikenakan denda. Perpres ini berlaku sejak 1 Juli 2016.

"Jadi walaupun menunggaknya di bulan Januari 2015 atau 2016, untuk penghitungan denda pengalihnya itu dimulai dari bulan Juli 2016. Tapi untuk pengaktifan kartu BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) mereka harus tetap membayar iuran yang tertunggak," papar dr. Elsa pada Rakyatku.com, Selasa (2/8/2016).

Tidak Bayar Iuran BPJS Kesehatan, Pelayanan Diberhentikan dan Didenda

Elsa menambahkan, apabila peserta BPJS, JKN, atau KIS terlambat melakukan pembayaran iuran lebih dari satu bulan atau lewat dari tanggal 10, maka pelayanan kesehatan akan segera dihentikan.

loading...

"Jadi kalau misalkan banyak masyarakat yang menunggak dan membayar sebelum tanggal 10 Agustus, itu masih aman dan tidak terkena denda. Tapi begitu dibayar pada 11 Agustus dalam waktu 45 hari dan setelah membayar iuran ternyata dibayar di rumah sakit, maka dikenakan denda 2,5 persen dari biaya rumah sakit," jelasnya.

Namun jika dirawatnya di hari ke-46 setelah melakukan pembayaran iuran, lanjut dr. Elsa, maka tidak akan dikenakan denda yang 2,5 persen tadi.

"Kalau misalnya hanya berobat di poliklinik, puskesmas atau dokter keluarga saja, tidak di berlakukan denda," pungkasnya.

Loading...
Loading...