Selasa, 18 Juni 2019 11:35 WITA

Minta Jokowi-Ma'ruf Didiskualifikasi, Prabowo Ungkit Pilwalkot Makassar

Editor: Mays
Minta Jokowi-Ma'ruf Didiskualifikasi, Prabowo Ungkit Pilwalkot Makassar
Kuasa hukum KPU.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meminta Jokowi-Ma'ruf Amin didiskualifikasi.

Pasangan capres nomor urut 01 itu kata BPN Prabowo, dituding menggunakan program pemerintah sebagai bahan kampanye. Prabowo kemudian merujuk kasus Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang didiskualifikasi dari pencalonan wali kota Makassar. 

Menurut KPU, itu adalah dua kasus yang undang-undangnya berbeda.

Pasal 71 Ayat (3) UU Pilkada menyatakan tegas, melarang gubernur atau wakil gubernur, bupati atau wakil bupati, dan wali kota atau wakil wali kota menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri, maupun di daerah lain dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan penetapan pasangan calon terpilih.

"Kasus Danny Pomanto ada larangan jelas, ada hukum positifnya," kata kuasa hukum KPU Ali Nurdin, saat membacakan jawaban atas gugatan Prabowo-Sandi di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (18/6/2019), seperti dilansir dari Detik.

loading...

Atas dasar aturan itu, Danny kemudian didiskualifikasikan oleh Mahkamah Agung (MA). Danny dinyatakan menggunakan APBD untuk program pemerintah yang 'ditunggangi' sebagai kampanye. Sehingga dinilai terjadi kampanye terselubung menggunakan anggaran pemerintah.

Namun menurut KPU, kasus itu tidak bisa disamakan. Karena belum ada aturan yang tegas melarang Presiden menggunakan program pemerintah sebagai bahan kampanye.

"Di pilpres tidak ada pembatalan. Tidak bisa disejajarkan atau dibandingkan dengan pilpres yang ditangani MK, sehingga tuduhan pilpres tidak bisa diterapkan UU Pilkada," tegas Ali.

Loading...
Loading...