Senin, 17 Juni 2019 18:56 WITA

Di Depan Taufan Pawe, Staf Dinkes Parepare Meneteskan Air Mata

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Abu Asyraf
Di Depan Taufan Pawe, Staf Dinkes Parepare Meneteskan Air Mata
Wali Kota Parepare, Taufan Pawe

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Kasus raibnya dana di Dinas Kesehatan sebesar Rp6 miliar terus bergulir. 

Hal ini membuat perseteruan mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Muhammad Yamin dengan Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe makin meruncing.

Di media sosial, sebuah surat pernyataan Yamin yang bermaterai dan ditandatangani dua staf di RSUD Andi Makkasau yakni Taufiqurrahman dan Syamsul Idham berisi uang sejumlah Rp1,5 miliar dan diserahkan kepada seorang pengusaha dari Papua bernama H Hamzah beredar.

Dalam surat pernyataan tersebut, uang yang diserahkan di Mal Ratu Indah pada November 2016 silam sebagai bentuk pengembalian biaya pengurusan di Jakarta untuk proyek DAK tambahan perubahan tahun anggaran 2016 sektor jalan sebesar Rp40 miliar atas perintah Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe.

Surat pernyataan yang beredar ini ramai diperbincangkan dan menjadi pembahasan khalayak.

"Apa yang ada dalam surat itu adalah benar. Saya yang bertanda tangan bersama dua ASN. Surat itu dibuat saat penyerahan dana," terang mantan pelaksana tugas direktur RSUD Andi Makkasau ini, Senin (17/6/2019).

Sementara Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe mengaku telah memanggil ASN yang bertanda tangan dalam surat dan menyeret-nyeret namanya.

Pemanggilan tersebut disaksikan Wakil Wali Kota Pangerang Rahim, kepala Inspektorat , atasan langsungnya dalam hal ini direktur RSUD Andi Makkasau, serta kepala Bagian Hukum dalam suasana santai.

Loading...

Taufan Pawe mengatakan, Syamsul Idham mengaku bahwa isi dari surat pernyataan tersebut tidak diketahuinya.

"Dia (Syamsul Idham) bahkan sempat meneteskan air mata saat kami berbincang santai dalam ruangan," kata Taufan Pawe.

Sementara Taufiqurahman tidak sempat hadir karena sedang ada urusan dinas di luar kota. Taufan Pawe menyebut Yamin hanya mencari alasan pembenar.

Taufan mengaku gerah dengan beredarnya fitnah yang memojokkan dirinya dan disebar melalui media sosial. Dia berencana melaporkan akun penyebar surat tersebut.

"Bahaya sekali jika mengucurkan dana DAK dengan membayar. Apa yang beredar itu adalah kejahatan ITE. Saya berpikir untuk jalur hukumnya, terlalu rendah jika cuma dijerat pasal pencemaran nama baik," katanya.

Sementara itu Syamsul Idham membenarkan apa yang diungkapkan wali kota Parepare.

"Itu saya langsung tanda tangan karena bentuk loyalitas saya kepada pimpinan (Yamin). Itu pun baru tandan tangan Desember 2018 lalu," terangnya.

Loading...
Loading...