Senin, 17 Juni 2019 18:38 WITA

Iklan di Makassar Berbahasa Inggris, Dadang: Bahasa Indonesia Bisa Punah

Penulis: Deni Indrawan
Editor: Abu Asyraf
Iklan di Makassar Berbahasa Inggris, Dadang: Bahasa Indonesia Bisa Punah
Kepala Badan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Republik Indonesia, Dadang Sunendar menyoroti iklan di Kota Makassar yang banyak menggunakan bahasa Inggris.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kepala Badan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Republik Indonesia, Dadang Sunendar menyoroti iklan di Kota Makassar yang banyak menggunakan bahasa Inggris.

Dadang Sunendar menemukan hal tersebut saat dirinya dalam perjalanan dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Kota Makassar.

"Saya lihat iklan-iklan di Makassar banyak juga pakai bahasa Inggris," ungkapnya di Balai Bahasa Sulsel, Senin (17/6/2019).

Dadang Sunendar menegaskan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik adalah suatu kewajiban. Sebab, kata dia, hal tersebut sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Di ruang publik pakai bahasa Indonesia itu kewajiban. Jangan sampai kita kehilangan harta berharga di rumah sendiri," jelasnya.

Kata Dadang Sunendar, apabila bahasa Indonesia tidak lestari, maka negara Indonesia juga ikut tidak lestari. Sementara diketahui, bahasa Indonesia merupakan salah satu simbol negara ini.

"Kalau bahasa Indonesia punah, Indonesia juga ikut punah," tegasnya.

Loading...

Dalam kesempatan itu, Dadang juga meminta media massa menegakkan kedaulatan bahasa Indonesia di ruang publik.

"Selama ini di seluruh Tanah Air, media massa menjadi mitra utama dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Baik dalam bidang kebahasaam maupun kesusastraan," ungkapnya.

Kata Dadang, pihaknya secara masif mengimbau dan mengingatkan publik dalam mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia.

"Kalau menhimbau, mengingatkan, itu rekan di Balai Bahasa tidak cukup. Saya ingin, teman-teman dari media massa jangan pernah berhenti membantu kami," terang guru besar bidang linguistik ini.

Menurut Dadang Sunendar, media massa memiliki peran vital dalam pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik. Sebab kata dia, penggunaan bahasa media massa menjadi pedoman masyarakat.

"Karena ini demi publik. Media massa harus menegakkan kedaulatan bahasa di ruang publik," kata dia.

Loading...
Loading...