Senin, 17 Juni 2019 17:54 WITA

Ini Kesaksian Kekuatan Salat Tahajud dan Dhuha dari Kurir Langit

Editor: Aswad Syam
Ini Kesaksian Kekuatan Salat Tahajud dan Dhuha dari Kurir Langit
Andi Arifay Yusuf (kiri), Andi Muhamma Nur Syahid (kedua dari kiri), Muhammad Tahang (kedua dari kanan), dan Muhammad Fajar (kanan), saat berkunjung ke Rakyatku.com, Senin (17/6/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tiga tahun lalu. Seorang bocah penderita hidrosefalus atau pembesaran di kepala dirawat di salah satu rumah sakit di Makassar.

Saat itu, keluarganya yang tak memiliki BPJS Kesehatan dan KIS, meminta tolong bantuan biaya pengobatan dari Kurir Langit.

Biaya operasinya Rp18 juta. Harus disiapkan 1 x 24 jam. Saat itu, Andi Muhammad Syahid bertanya ke bendahara tentang sisa uang di tabungan.

"Rp800 ribu," jawab bendahara Kurir Langit kala itu. Itu dituturkan Syahid saat berkunjung ke Rakyatku.com, Senin, 17 Juni 2019. Turut mendampingi, tiga volunter lainnya, Andi Arifay Yusuf, Muhammad Tahang, dan Muhammad Fajar.

Syahid saat itu lalu meminta teman-temannya berikhtiar dengan menyebar ke media sosial untuk menggugah donatur.

"Setelah itu, saya cek lagi di bendahara. Sudah ada dana Rp2 juta," ujar Syahid.

Syahid lalu meminta rekan-rekannya untuk salat tahajud, sembari memohon kepada Allah untuk dimudahkan mendapatkan dana.

Kembali keesokan paginya, dia mengecek kas di rekening melalui bendahara. Ternyata sudah ada Rp8 juta.

"Saya lalu meminta lagi teman-teman untuk salat dhuha," kisah Syahid.

Loading...

Dengan kas Rp8 juta, berarti masih butuh Rp10 juta. Namun, Syahid meminta rekan-rekannya di Makassar untuk standby di rumah sakit tempat bocah hidrosefalus itu dirawat.

"Jadi maksud saya, begitu ada dana, langsung kami transfer. Jadi meskipun masih lebih banyak kurangnya daripada yang dibutuhkan, saya minta rekan-rekan di Makassar untuk standby. Pasti ada jalan," yakin Syahid pada saat itu.

Usai salat dhuha, telepon Syahid berdering dua kali. Namun saat itu dia tidak mendengar.

Ternyata itu adalah panggilan telepon dari salah satu pengusaha.

"Saya telepon balik, dia menyuruh saya ke rumahnya," ujar Syahid.

Saat Syahid ke rumah pengusaha itu, dia diberi dua ikat uang. Masing-masing seikat Rp4 juta. Jadi dua ikat ada Rp8 juta.

Uang yang terkumpul sudah Rp16 juta. Sisanya Rp2 juta kata Syahid, hasil urunan dari rekan-rekannya sesama volunter.

"Alhamdulillah, Allah memang maha besar," pungkasnya.

Loading...
Loading...