Senin, 17 Juni 2019 17:15 WITA

Kos-kosan yang Kerap Dirazia Satpol PP Diubah Jadi Rumah Tahfiz

Editor: Aswad Syam
Kos-kosan yang Kerap Dirazia Satpol PP Diubah Jadi Rumah Tahfiz
Masjid Kurir Langit di Sumpang Binangae, Barru.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tekad Kurir Langit untuk mengembangkan dakwah dan kegiatan-kegiatan sosial di Barru dan 7 daerah lain di Sulsel begitu kuat. Apalagi di tanah tempat Kurir Langit dicetuskan, Barru. 

Nama Kurir Langit, dipilih karena anak-anak muda yang mencetuskannya, bergerak di bantuan-bantuan sosial yang dihimpun dari para pegiat media sosial. Dan kata 'langit' identik dengan keagungan Tuhan.   

"Dari situlah, kami menganggap diri kami ini adalah kurir dari langit," ujar Andi Muhammad Nur Syahid, salah seorang volunter Kurir Langit saat berkunjung ke Rakyatku.com, Senin (17/6/2019). Turut menyertai, tiga volunter lainnya, Andi Arifay Yusuf, Muhammad Tahang, dan Muhammad Fajar.

Anak-anak muda yang bergabung di Kurir Langit, berasal dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, juga kalangan profesional seperti pengusaha, ASN, juga dokter. Mereka semua ada sekitar 120 orang, tersebar di delapan kabupaten kota di Sulsel.

Selain aktif dalam kegiatan sosial, Kurir Langit tengah membangun masjid di Kelurahan Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Sekitar 200 meter dari lokasi tempat masjid itu berdiri, dulunya ada tempat yang kerap digerebek Satpol PP. Di situ kata Syahid, dulu ada kos-kosan cewek. Juga ada tempat penjualan minuman keras.

"Dulu kalau orang masuk ke masjid hendak salat, biasanya beriringan dengan para pelanggan miras. Kalau jemaah belok kanan, pelanggan miras belok kiri," jelas Syahid.

Tempat kos-kosan itu kata Syahid, sekarang mereka sewa untuk rumah hafiz (penghafal Alquran). Saat dibersihkan kata Syahid, mereka banyak menjumpai kondom di lokasi tersebut.

"Sekarang kita bersihkan. Kita benahi. Kita cat. Mudah-mudahan Juli nanti sudah bisa ditempati santri," beber Syahid.

"Alhamdulillah, penjual miras jenis ballo itu sekarang sudah berhenti menjual miras dan beralih ke pekerjaan halal. Istrinya sudah menjadi jemaah masjid kami," jelas Syahid.

Loading...

Saat ini kata Syahid, mereka sedang menerima santri untuk penghafal Alquran. Pendaftarnya membludak hingga keluar Sulsel, seperti Papua dan Yogyakarta. Karenanya, mereka menutup pendaftaran setelah melihat kuotanya sudah cukup.

Kurir Masjid berencana mempercantik kawasan masjid tersebut, khususnya di pinggir sungai, untuk dipakai sebagai tempat-tempat kajian yang nyaman.

"Bisa kajian sambil menikmati kopi atau jus," tambah Syahid.

Masjid tersebut sekarang sudah rampung 70 persen. Lantai dua untuk tempat salat, lantai satu untuk kegiatan sosial, seperti poliklinik gratis, pengelolaan infak, kajian, training skills dan pusat belajar Alquran.

Masjid itu nanti lanjut Syahid, tak akan dikunci. Sehingga bebas 24 jam untuk dipakai beribadah dan bermuamalah.

Kas masjid juga tak akan ditabung, tapi langsung disalurkan. 

"Jangan sampai kita tabung, sementara di sekitar kita ada kaum dhuafa yang kelaparan," jelasnya.

Celengan lanjut pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Barru ini, adalah alternatif kesekian untuk menghimpun dana. Menurutnya, mereka akan melakukan membuka bidang usaha, untuk mendukung kegiatan-kegiatan sosial yang Kurir Langit geluti.

Loading...
Loading...