Senin, 17 Juni 2019 15:40 WITA

Wow...BPJS Berutang ke RS Daya Rp8 Miliar

Penulis: Syukur
Editor: Aswad Syam
Wow...BPJS Berutang ke RS Daya Rp8 Miliar
Dirut RS Daya, Ardin Sani dan Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Mario David.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - BPJS Kesehatan Makassar ternyata masih memiliki utang yang belum dibayar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar. 

Utang tersebut terungkap dalam Rapat Monitoring Evaluasi Triwulan I bersama mitra kerja Komisi B DPRD Makassar, Senin (17/6/2019).

"BPJS 2018 punya utang Rp21 miliar yang belum terbayar sekitar Rp8 miliar," ungkap Dirut RS Daya, Ardin Sani.

Menurutnya, masih adanya sisa utang tak terbayar tersebut akibat bolak-baliknya berkas dari RS Daya ke BPJS. Di mana setiap berkas dimasukkan oleh pihak RS Daya, pihak BPJS selalu mengembalikan dengan alasan ada kekurangan dari hasil verifikasi tim dari BPJS.

"Kendalanya di berkas. Selalu ada yang dianggap tidak lengkap. Setiap bawa berkas tim verifikasi menganggap tidak lengkap dan kita perbaiki," tambahnya.

Sementara itu, Mario David, anggota komisi B DPRD Makassar mengatakan, apa yang disampaikan pihak RS Daya sebagai sesuatu yang luar biasa.

Loading...

"Evaluasi RS Daya milik Pemkot, kami temukan hal yang luar biasa mengganggu, terkait pembayaran BPJS ke RS kita. BPJS sudah berpuluh kali kita kasi masukan. Ternyata utang mereka ke RS banyak," ungkap Mario.

Dengan kondisi demikian, Mario mengatakan akan berpengaruh terhadap kinerja pegawai di RS Daya. 

"Harus secepat diselesaikan agar bagus pelayanan. Tenaga medis akan bekerja dengan bagus kalau hak-hak mereka dipenuhi. Mereka akan lebih senang melayani pasien," tambahnya.

Dikatakan, pada tahun 2015 dan 2016 pembayaran tak ada masalah. Persoalan mulai muncul pada tahun 2018.

"Sepertinya prosesnya dibuat susah. Berkas masuk bolak balik. BPJS sebagai badan pengelola penjamin kesehatan negara, tentunya diharapkan profesional dalam bekerja terutama di Makassar," pungkasnya. 

Loading...
Loading...