Senin, 17 Juni 2019 13:34 WITA

Tuding Homo, Alumni SMK di Jeneponto Minta Kepsek Dicopot

Penulis: Zul Lallo
Editor: Aswad Syam
Tuding Homo, Alumni SMK di Jeneponto Minta Kepsek Dicopot
Aksi demonstrasi yang dilakukan alumni SMKN 9 Jeneponto.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Puluhan pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Alumni SMKN 9 Kabupaten Jeneponto, menggelar aksi unjuk rasa  di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 9 (SMKN ) Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin (17/6/2019).

Mereka membentangkan spanduk putih bertuliskan, "Homo, Copot Kepsek SMKN 9".

Salah satu dari pengunjuk rasa yang bertindak sebagai koordinator lapangan (Korlap), Alam lewat pengeras suara meneriakkan agar kepala sekolah SMK 9 Jeneponto, dicopot. 

Aksi tersebut berkaitan dengan adanya siswa menduga Kepsek berbuat tak senonoh.

"Para pengunjuk rasa meminta, kepala sekolahnya dicopot. Di spanduk bertuliskan copot homo Kepala Sekolah SMK Negeri 9 Jeneponto," kata Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul, membenarkan.

Kata dia, para pengunjuk rasa menuntut agar
Kepala sekolah tersebut mundur sebagai kepala sekolah SMKN 9 Jeneponto. Selanjutnya salah satu perwakilan dari pengunjuk rass dipertemukan dengan kepala sekolahnya.

"Salah satu alumni siswa dari sekolah tersebut dipertemukan dan kepala sekolah membantah tudingan tersebut. Pengunjuk rasa tidak puas dan akan menuntut untuk diproses hukum," sebutnya.

Koordinator aksi, Alam Saputra, mengecam keras sikap Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 9 Jeneponto, M. Syafruddin, yang diduga melakukan perbuatan yang tidak terpuji terhadap sejumlah sisiwanya.

Merekan diduga mempertontonkan video dewasa dan mengirim gambar porno kepada siswanya melalui pesan messenger.

Alam mengaku, telah mengantongi banyak bukti kuat dan sejumlah siswa juga sudah bertanda tangan mengaku korban dan trauma dengan sikap kepala sekolahnya. Kata dia, mendapat bukti kiriman gambar porno yang tidak layak ditonton siswa, dan sudah diprint out.

Para demonstran tersebut meminta kapada Kepsek SMKN 9, mundur dari jabatannya karena dinilai tidak layak lagi menjadi seorang pendidik di sekolah tersebut.

"Atas perbuatan ini. Kami mengecam keras perbuatan Kepsek, dan meminta agar mundur dari jabatannya. Dan berjanji akan mengawal kasus tersebut sampai ke ranah hukum," tegasnya.

Kata dia, jika aksinya tak diindahkan, pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

Sementara itu, Kepsek SMKN 9 Jeneponto, M Syafruddin, membantah keras tudingan yang dialamatkan kepadanya.

"Itu tidak benar. Saya tidak pernah melakukan hal-hal yang demikian. Jika itu benar tolong buktikan, perlihatkan bukti-bukti itu," tukasnya.

Loading...

Dikatakan Kepsek, jika hal itu tidak benar maka pihaknya akan lakukan upaya hukum atas pencemarannya. 

"Dan jika sebaliknya terbukti dirinya pun siap mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala sekolah," katanya.

Sebelumnya, puluhan siswa SMKN 9 Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengeluhkan perilaku kepala sekolahnya.

Para siswa menyebut, Kepsek, diduga berperilaku tak senonoh. Mereka terkuat sering meraba kemaluan siswanya, hingga mempertunjukan film-film dewasa.

Korbannya, siswa laki-laki dan terduga pelaku juga adalah jenis kelamin yang sama. Aksinya dilakukan saat jam istirahat dan memanggil siswa laki-laki di ruangannya. 

"Sering juga gambar-gambar yang tak pantas dilihat melalui WatshApp," kata beberapa siswa saat menceritakan kejadian yang dialaminya, RK, AF, MA, dan MS kepada Rakyatku.com, Rabu  (12/6/2019).

Perilaku tersebut, dibenarkan salah satu mantan Wali Kelas, Hastomo Makka yang mengaku telah dipecat di sekolah itu. Saat menjadi wali kelas kata dia. Ia juga mengakui memang banyak siswa yang telah mengadu kepadanya. 

Bahkan, dengan bukti tanda tangan 40  siswa yang mengaku menjadi korban. Hal ini pun kata dia, telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi, namun belum ada tindakan.

"Kami pun menjadi korban pemecatan dua guru honorer saat usai melapor di provinsi. Saya dikeluarkan di sekolah itu, sementara yang SK-ku dari Gubernur," kata Hastomo.

Sementara, Kepsek SMKN 9 Jeneponto, MS membantah atas tudingan yang dialamatkan terhadapnya.

"Itu tidak benar, saya tidak pernah melakukan hal senonoh terhadap siswaku sendiri. Saya berani disumpah di hadapan Tuhan," katanya.

Kata dia, memang pernah mendengar kabar itu, bahkan ada yang posting di akun palsu, tapi itu sudah dihapus. Justru kita mendidik anak-anak pemahaman agama, seperti mengaji dan lainnya.

"Saya pernah dilaporkan oleh salah seorang guru honerernya. Namun saya hanya bersabar menghadapi fitnahan-fitnahan itu," pungkasnya.

Loading...
Loading...