Senin, 17 Juni 2019 01:30 WITA

Pria Ini Berulang Kali Cabuli Adik Iparnya di Kebun Sawit

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pria Ini Berulang Kali Cabuli Adik Iparnya di Kebun Sawit
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Seorang pria inisial DG (33), tega mencabuli adik iparnya saat sedang panen sawit di kebun. 

DG akhirnya diringkus anggota Polsek Kepenuhan setelah sempat kabur selama dua bulan untuk menghindari kejaran polisi.

Paur Humas Polres Rokan Hulu, Ipda Ferry Fadli mengatakan, DG ditangkap polisi di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Saat itu DG bersembunyi dalam rumah yang berada di kebun sawit warga.

"Petugas sempat melakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali karena DG tidak mau membuka pintu rumahnya," kata Ferry.

Mendengar suara tembakan, akhirnya DG takut dan menyerahkan diri ke polisi. Dia tidak melawan saat diamankan petugas. Selanjutnya DG dibawa ke Mapolsek Kepenuhan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Perbuatan DG terbongkar setelah korban yang masih berusia 13 tahun dijemput abang kandungnya di rumah DG. Saat itu korban terlihat pucat, lalu abangnya membawa ke bidan untuk berobat. Tak lama kemudian, mereka pulang ke rumah.

Sempat takut bercerita tentang apa yang dialaminya, akhirnya korban memberanikan diri untuk mengadu kepada orang tuanya. Korban mengaku dicabuli abang iparnya pada Senin 22 April 2019 lalu.

Loading...

Sedih bercampur emosi, orang tua korban langsung melaporkan perbuatan DG ke Polsek Kepenuhan. Kepada polisi, korban menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Saat itu. korban ikut ke kebun untuk membantu DG panen sawit pada 20 April 2019. Korban disuruh mengutip berondolan sawit. Tiba-tiba, DG datang menghampiri korban, lalu memaksa untuk mencabulinya," ungkap Ferry dikutip laman Merdeka, Senin (17/6/2019).

Karena kalah tenaga, korban tak berdaya. Pelaku akhirnya menyetubuhi korban di bawah pohon sawit.

Selama ini, korban tinggal serumah dengan kakaknya dan abang iparnya selama 3 tahun belakangan. Bahkan, perbuatan DK dilakukan berulang kali setelah aksi pertamanya tidak ketahuan oleh istrinya.

"Sudah berkali-kali setiap kali korban diajak panen sawit. Korban tidak berani melawan saat disetubuhi, karena dianiaya dan diancam oleh pelaku. Pelaku juga mengancam korban jika melaporkan kejadian itu kepada siapapun," pungkasnya.

Loading...
Loading...