Minggu, 16 Juni 2019 16:11 WITA

"Terjun Cepat, Saya Lupa Isi Bahan Bakar," Teriak Pilot Saat Mesin Mati

Editor: Aswad Syam
Terjun payung

RAKYATKU.COM, AUSTRALIA - Empat penerjun payung dipaksa segera melompat keluar dari pesawat, setelah mesin pesawat mati kehabisan bahan bakar saat terbang di udara.

Australian Safety Safety Bureau (ATSB) mengatakan, pilot mesin tunggal Cessna 206 telah lupa untuk mengganti tangki bahan bakar, karena ia terganggu panggilan radio dan beban kerja yang tinggi.

Mesin mati ketika pesawat pada ketinggian 8000 kaki. 

Pilot mencoba menghidupkan kembali mesin dan mengganti tangki bahan bakar, tetapi tidak berhasil.

"Terjun cepat...ayo!!!" teriak pilot kepada 4 penerjun payung.

Pesawat itu lepas landas dari Aldinga, sekitar 45 km selatan Adelaide, dengan empat penerjun payung sekitar pukul 13:45 pada 2 Februari 2019 lalu.

"Pada sekitar 6.500 kaki, penerjun payung keluar dari pesawat dan pilot mulai kembali ke Aldinga," kata ATSB.

Loading...

Syukurlah, pilot mampu menghidupkan kembali mesin pada ketinggian 5.000 kaki dan langsung menuju Aldinga.

"Setelah mendarat, tangki bahan bakar dicelupkan dan ditemukan bahwa tangki kanan kosong, sementara tangki kiri memiliki 110 liter bahan bakar," ujar juru bicara Australian Safety Safety Bureau (ATSB).

ATSB mengatakan, kecelakaan yang melibatkan salah urus bahan bakar adalah masalah keselamatan penerbangan yang sedang berlangsung.

"Dalam hal ini, memilih tangki bahan bakar yang tepat selama pemeriksaan akan menghindari pilot yang harus mengelola bahan bakar selama periode beban kerja yang tinggi," jelasnya. 

"Ini pada gilirannya, akan mengurangi risiko peristiwa kelaparan bahan bakar," pungkasnya.

Loading...
Loading...