Sabtu, 15 Juni 2019 23:51 WITA

Cerita Tiga Oknum Guru yang Perkosa Tiga Siswinya Sampai Hamil

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Cerita Tiga Oknum Guru yang Perkosa Tiga Siswinya Sampai Hamil
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Tiga oknum guru salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, diduga telah memperkosa tiga siswinya.

Peristiwa tragis itu terungkap setelah salah satu korban berinisial DO diketahui hamil. Didampingi keluarganya, DO melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Serang, Selasa (11/6/2019).

Para korban diperkosa di ruangan laboratorium sekolah saat kegiatan belajar di sekolah. Pelaku awalnya berdalih ingin memberi nilai mata pelajaran.

Tak curiga, DO bersama dua siswi lain memenuhi permintaan pelaku. Saat sampai di lokasi, ketiga oknum guru tersebut telah menunggu. Ketiga korban kemudian dipaksa untuk memenuhi nafsu bejat pelaku.

“Modusnya itu mau ada penilaian. Tapi masih belum jelas (mata pelajaran-red) sebab, korban masih dalam kondisi trauma (DO-red),” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, Uut Luthi.

Namun, hingga kini LPA Banten belum dapat menggali informasi lain. Sebab, DO yang sedang berbadan dua itu masih enggan bercerita lantaran trauma. 

“Yang saya ketahui inisialnya DO. Dia baru lulus SMP. Dua lagi belum lapor, tapi kami akan cari informasi kedua korban tersebut,” bebernya.

Loading...

Dia mengaku belum dapat menggali informasi mendalam terkait kasus tersebut. Sebab korban DO saat didatangi LPA Banten di rumahnya masih sangat trauma.

"Terlebih lagi korban sedang mengandung janin berusia empat bulan akibat persetubuhan tersebut," katanya dikutip Jpnn.

Uut berharap polisi segera menangkap pelaku. Apalagi, kasus itu telah dilaporkan ke Mapolres Serang pada Selasa (11/6) lalu. “Kami berharap pelaku segera ditangkap karena saat ini belum dilakukan penangkapan,” kata Uut.

Terpisah, Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan mengaku masih menyelidiki kasus dugaan perkosaan tersebut. 

“Laporannya sedang ditangani PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim-red),” singkat Indra.

Loading...
Loading...