Jumat, 14 Juni 2019 21:32 WITA

Cerita Terdakwa Korupsi Rp447 Miliar yang Divonis Bebas

Editor: Abu Asyraf
Cerita Terdakwa Korupsi Rp447 Miliar yang Divonis Bebas
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Sidang putusan kasus dugaan korupsi di PT PLN Batubara jadi sorotan. Terdakwa yang dituntut empat tahun penjara ternyata divonis bebas.

Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Kokos Jiang alias Kokos Lio Lim tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Padahal dalam tuntutannya, JPU Kejari Jaksel menuntut Kokos divonis penjara selama empat tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Sebelumnya, terdakwa Kokos Jiang alias Kokos Lio Lim telah membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp477,359 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri mengatakan uang itu dititipkan ke rekening penitipan RPL 139 Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk PDT Pemerintah. Seluruh uang pengganti tersebut dikembalikan ke PT PLN Batubara.

Dalam perkara ini, Kokos selaku direktur utama PT Tansri Madjid Energi (PT TME) dan selaku kuasa dari Andi Ferdian sebagai direktur PT Tansri Madjid Energi (PT TME) bersama-sama Khairil Wahyuni selaku direktur utama PT PLN Batubara mengatur dan mengarahkan untuk membuat nota kesepahaman dan kerja sama operasi pengusahaan penambangan batubara agar diberikan kepada Kokos.

Loading...

Mukri juga menjelaskan bahwa Kokos membuat dan menandatangani nota kesepahaman dan kerja sama operasi pengusahaan penambangan batubara tidak dilakukan "deks study" dan kajian teknis, melakukan pengikatan kerja sama jual beli batu bara yang masih berupa cadangan serta membuat kerja sama tidak sesuai spesifikasi batu bara yang ditawarkan.

Perbuatan tersebut disebut jaksa dapat memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu Kokos Jiang alias Kokos Lio Lim selaku direktur atau kuasa direktur PT TME atau perusahaan-perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan oleh Kokos.

Perusahaan tersebut antara lain PT TME, PT Delapan Inti Power, PT Sriwijaya Tansri Energi dan Sugico Group yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp477,359 miliar. 

Atas putusan bebas PN Jakpus, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengajukan kasasi.

"Permohonan kasasi telah diajukan dan ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 13 Juni 2019 dengan Akta Permohonan Kasasi No. 12/Akta.Pid.Sus/TPK/2019/PN.JKT.PST," kata Mukri.
 

Loading...
Loading...