Selasa, 02 Agustus 2016 14:03 WITA

Kapolres Parepare Ajak Warganya Perangi Narkoba

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Vkar Sammana
Kapolres Parepare Ajak Warganya Perangi Narkoba

RAKYATKU.COM,PAREPARE - Kota Parepare seakan menjadi primadona para kurir dan pengedar narkoba, untuk menyelundupkan Sabu-sabu. Memiliki pelabuhan lintas pulau, menjadikan kota kelahiran BJ Habibie tersebut kerap dijadikan jalur penyelundupan narkoba oleh para pelaku. 

Rata-rata sabu dipasok dari Malaysia dan Fhilipina, setelah melintasi pelabuhan Nunukan dan Tarakan. Setidaknya, Polres Parepare telah berhasil menggagalkan 18 kilogram sabu sejak Januari 2016. Total tersebut dari rentetan pengungkapan sabu kapasitas besar dari Januari hingga Juni ini. 

Pengungkapan sabu ini dimulai dengan 10 kilogram yang dilakukan Satuan Intelkam Polres Parepare, kemudian, 1 kilogram yang diungkap Sat Narkoba Polres Parepare serta 1 kilogram dilakukan Polsek Pelabuhan Nusantara. Terakhir, sabu seberat 4 kilogram berhasil diamankan pada 6 Juni lalu dari tangan Taufik dan Adryan, penumpang KM Lambelu saat bersandar di Pelabuhan Nusantara.

"Ini merupakan komitmen kami dari Polres Parepare yang menyatakan perang terhadap narkoba," papar AKBP Pria Budi, Selasa (2/8/2016).

Pria juga mengakui jika pelabuhan Nusantara Kota Parepare yang merupakan pintu masuk jalur laut terbesar kedua di Sulawesi Selatan menjadi sasaran empuk yang menjadi pintu masuk Narkoba.

loading...

"Olehnya itu kita rutin melakukan pemeriksaan barang dan badan dari penumpang yang naik dan turun, kita juga maksimalkan dua Anjing K-9 setiap ada aktifitas di pelabuhan,"  jelasnya.

Sementara itu Yushida, General Manager PT Pelindo IV menuding jika pengawasan terhadap pelabuhan di Tarakan dan Nunukan , Kalimantan Utara kurang ketat, pasalnya khusus Pelabuhan Nunukan sudah dilengkapi dengan alat pendeteksi berupa X-ray .

Sekedar diketahui, tugas kepolisian dalam mengawal masuknya barang haram ini melalui Pelabuhan Nusantara bisa lebih ringan dengan pengunaan X-ray, namun hingga saat ini bantuan dari Kementrian Perhubungan tidak pernah diaktifkan, bahkan beberapa komponen alatnya juga telah rusak.

"Narkoba yang lolos di Pelabuhan Nusantara asalnya dari Nunukan dan Tarakan, seharusnya pengawasan dari sanalah yang harus lebih diperketat, ini yang harus dipikirkan lewat jalur tikus mana barang haram ini bisa lolos ke Parepare," katanya.

Tags
Loading...
Loading...