Kamis, 13 Juni 2019 10:48 WITA

Ini Percakapan Menag dan Sekjen Terkait Penentuan Kakanwil Jatim

Editor: Abu Asyraf
Ini Percakapan Menag dan Sekjen Terkait Penentuan Kakanwil Jatim
Sekjen Kemenag, Nur Kholis Setiawan

RAKYATKU.COM - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kian tersudut. Sekjen Kementerian Agama (Kemenag), Nur Kholis Setiawan membeberkan intervensi dalam penentuan kepala Kanwil Jawa Timur.

Saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019), Nur Kholis mengungkap secara detail percakapannya dengan Lukman.

Dia mengaku sengaja menempatkan Haris Hasanuddin di posisi terakhir dari empat calon. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah meminta Kemenag tidak meloloskan Haris. Namun, Lukman memaksakan agar Haris masuk tiga besar.

KASN menyurati Kemenag pada 29 Januari 2019. Menteri selaku PPK diminta tidak meloloskan dan tidak melantik Haris sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim. 

Alasannya, Haris melanggar aturan disiplin. Setelah itu, Kholis melaporkan rekomendasi itu ke Menag Lukman. Saat itu, Lukman mengaku ingin mendalaminya lebih dahulu.

Kholis juga mengungkap kecenderungan Lukman untuk memilih Haris sejak awal. Dia sempat melaporkan bahwa Haris yang mendapat nilai terendah saat proses seleksi.

Namun saat itu, Lukman memberikan pernyataan yang dipahami Kholis agar meloloskan di tahap seleksi. Jaksa sempat bertanya kepada Kholis, bagaimana bahasa Lukman kala itu.

Loading...

Kholis menyebut ada tiga kalimat yang disampaikan Lukman. "Saya hanya kenal saudara Haris Hasanuddin. Saya sudah tahu kompetensinya saat menjabat sebagai pelaksana tugas Kakanwil Jatim," jawab Kholis menirukan ucapan Lukman.

Ketika Kholis menyampaikan bahwa Haris mendapat nilai terendah dan kemungkinan tidak lolos seleksi, Lukman meminta Kholis sebagai ketua panitia seleksi untuk meloloskan Haris.

Sebelumnya, ada enam calon yang mendaftar sebagai kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Dua di antaranya gugur sehingga tersisa empat calon. Termasuk Haris Hasanuddin.

Terakhir, Lukman yang memerintahkan Kholis agar memasukkan Haris dalam tiga besar. Kholis lalu berdiskusi dengan empat anggota pansel. Hanya tiga yang setuju termasuk Kholis. Dua menolak.

"Ketika tiga orang, termasuk saya sudah rela, lalu saya sampaikan ke Kabiro kepegawaian 'Pak tolong diakomodir, gimana caranya beliau (Haris) ini bisa masuk', maka yang terjadi, saya kan belum memberi nilai makalah. Sehingga saat itu saya memberi nilai makalah lebih tinggi daripada para peserta lain," urai Kholis.

Dalam dakwaan jaksa Menag Lukman turut disebut menerima uang dari Haris Hasanudin yang ingin mendapatkan jabatan sebagai kepala kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Lukman disebut membantu meloloskan Haris dalam seleksi jabatan itu.
 

Loading...
Loading...