Rabu, 12 Juni 2019 22:01 WITA

Yunarto Wijaya Maafkan Kivlan Zen, Pengacara Bilang Begini

Editor: Aswad Syam
Yunarto Wijaya Maafkan Kivlan Zen, Pengacara Bilang Begini
Yunarot Wijaya dan Kivlan Zen

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Pengamat politik sekaligus bos lembaga survei Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengaku sudah memaafkan orang yang berniat untuk membunuhnya.

Dilansir dari Kompas, Rabu, 12 Juni 2019, Yunarto mengatakan, secara pribadi dan keluarga, dirinya sudah memaafkan dan tak memiliki dendam apapun, baik kepada perencana maupun eksekutor.

Menurut Yunarto, menjadi target pembunuhan justru membuat ia belajar kembali tentang kasih.

Memaafkan orang yang memusuhinya justru membuat ia merasa lebih bisa mensyukuri dan menikmati kehidupan.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI, yang berhasil membuat situasi menjadi kondusif," ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini harus dilihat bukan dalam konteks keselamatan orang-orang yang ditarget. Tapi bagaimana demokrasi yang telah tercemar ujaran kebencian, tidak bisa membunuh perbedaan.Baca: 

"Ini bukan sekadar untuk disesali, tapi seyogianya menjadi pembelajaran bersama, agar tak lagi terulang di waktu-waktu yang akan datang. Karena itu, jangan lelah untuk terus mencintai Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019), polisi memutar video testimoni tersangka perencanaan pembunuhan tokoh, Irfansyah. Dia mengaku mendapat perintah dari Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk membunuh Yunarto Wijaya.

Loading...

Sementara itu, Tonin Tachta, pengacara Kivlan Zen, membantah kliennya merencanakan pembunuhan terhadap 5 tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

"Bapak Kivlan Zen tidak pernah merencanakan pembunuhan. Itu adalah hoaks," kata Tonin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Tonin mengatakan, saat ini pihaknya mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Kivlan Zen. Tujuannya, Kivlan dapat memberikan keterangan secara langsung terkait dugaan upaya pembunuhan tersebut.

Kivlan saat ini ditahan di Rutan Guntur, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal.

"Kita sedang minta perlindungan hukum dan jaminan penangguhan, sehingga orang bisa tanya langsung ke Pak Kivlan bagaimana ceritanya. Kalau Pak Kivlan (yang memberikan kesaksian) langsung kan enak," kata Tonin.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian merilis peran tersangka Kivlan Zen dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan pembunuhan berencana terhadap 5 tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Loading...
Loading...