Kamis, 13 Juni 2019 07:45 WITA

Kisah Pensiunan Kepala Polisi Dipalak Polantas

Editor: Aswad Syam
Kisah Pensiunan Kepala Polisi Dipalak Polantas
Inspektur Jenderal Polis Diraja Malaysia (PDRM), Datuk Seri Abdul Hamid Bador

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Ini kisah dari Negeri Sembilan, Malaysia. Seorang polisi di Rembau, Negeri Sembilan, dengan lancang meminta suap kepada mantan kepala Polisi Kerajaan Malaysia yang sudah pensiun.

Inspektur Jenderal Polis Diraja Malaysia (PDRM), Datuk Seri Abdul Hamid Bador, telah bekerja keras untuk memberantas korupsi di kepolisian, sejak diangkat pada 4 Mei 2019 lalu.

Dia telah bekerja keras dalam menyusun inisiatif untuk memberantas korupsi dari kepolisian, dan bahkan melakukan inspeksi mendadak terhadap kantor polisi, untuk memastikan semuanya sesuai dengan standar.

Mungkin satu insiden ini yang terjadi setelah dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil direktur Cabang Khusus pada tahun 2016 menginspirasi dia.

Setelah pensiun dari kepolisian, Hamid kembali ke kota asalnya, Rembau, untuk membuka kebun sayur.

Dia menjual hasil panen di pasar lokal. Keinginan menjadi petani, sudah pernah dia ungkap dua tahun sebelum pensiun.

Suatu hari, dia dihentikan dalam perjalanan ke pasar dengan truknya oleh seorang polisi lalu lintas, yang mengatakan kepadanya bahwa truknya kelebihan muatan.

Loading...

“Saya dihentikan oleh seorang polisi dengan sepeda motor, dan dia mengklaim bahwa truk saya kelebihan muatan. Saya mengatakan kepadanya bahwa itu bukan karena berat (dari sayuran) tidak lebih dari 500 kg.

“Dia kemudian bertanya kepada saya apakah asisten saya, yang juga di dalam truk, adalah orang asing. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia adalah orang Bangladesh dengan izin kerja yang sah.”

Polisi kemudian meminta beberapa 'uang ngopi'. Pak Hamid mengatakan kepada polisi itu, bahwa dia bisa mentraktirnya untuk minum kopi, tetapi jika dia meminta suap, itu salah baginya untuk melakukannya. 

Hamid kemudian melapor ke departemen kepolisian Rembau, yang mengakibatkan kepala polisi Rembau pada saat itu mengambil tindakan terhadap polisi tersebut.

"Orang-orang menertawakan cerita ini sekarang, karena polisi yang malang itu tidak mengenali saya," kata Hamid, mencatat bahwa polisi seharusnya berpatroli dan mencegah kejahatan, dan bukan tugas mereka untuk meneror pengendara mobil.

Loading...
Loading...