Rabu, 12 Juni 2019 11:20 WITA

Disebut-sebut Penyandang Dana Aksi 22 Mei, Habil Marati Sempat Ingin Ketemu KSAU

Editor: Abu Asyraf
Disebut-sebut Penyandang Dana Aksi 22 Mei, Habil Marati Sempat Ingin Ketemu KSAU
Habil Marati (kedua kiri)

RAKYATKU.COM - Pengusaha Habil Marati disebut-sebut sebagai penyandang dana untuk membunuh empat tokoh nasional. Siapa dia sebenarnya?

Pria asal Muna, Sulawesi Tenggara itu pernah menjadi anggota DPR RI periode 1999-2004 dari Fraksi PPP. Saat itu dia dikenal "mbalelo" gara-gara sikapnya yang sering berseberangan dengan partainya. 

Pada Pilkada DKI Jakarta, PPP mengusung pasangan Ahok-Djarot. Namun, Habil memiliki mendukung pasangan AHY-Sylviana Murni.

Habil diketahui pernah melalui masa-masa sulit sebelum sukses sebagai pengusaha. Sambil kuliah, dia mengaku pernah ngamen di Malioboro, Yogyakarta.

Juga pernah menjadi kuli panggul di Stasiun Jatinegara, hingga jadi tukang cuci piring di restoran ayam goreng Suharti. 

Jalan hidupnya mulai terang ketika bekerja di sebuah perusahaan HPH di Kalimantan. Sepanjang dekade 1990-an, Habil mengaku pernah mempelajari reaktor kimia di Leipzig di Jerman, Austria, dan Houston dan Atlanta di AS. 

Pengalaman itulah yang mendorongnya berbisnis di sektor kimia. Ia memiliki pabrik di Indramayu lewat PT Batavindo Krida Nusa. Habil juga memimpin sejumlah perusahaan lain seperti, PT Galaxy Pasific Evalindo, PT Makassar Perrosal Global, PT Satomer Asri Fiberindo, PT Industry Kakao Utama, dan PT Agra Post Lava. 

Tak heran bila dari sisi penampilan, Habil yang berkulit sawo matang jauh perlente dari politisi muda lainnya. Ketika para politisi sekelas Suryadharma Ali kala itu mengendarai KIA Carnival, Habil mengendarai MPV dari kelas yang jauh berbeda. Bukan produk Korea Selatan tapi Chrysler dari Detroit, Amerika Serikat. 

Loading...

Tak heran pula dengan aset yang dimilikinya, meski pernah diskorsing dan terancam dipecat dari PPP, karier politik Habil justru kian mapan. Di PPP dia menjadi bendahara umum. Tapi di Senayan dia berhenti sampai 2004, dan pada pemilu 2019 ini dia kembali gagal meraih kursi. 

Saat menjadi anggota Komisi Keuangan dan Perbankan, namanya pernah disebut ikut kecipratan dana dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia, Rp250 juta. Dia pernah diperiksa KPK, tapi sebatas saksi. Tak sampai masuk bui seperti politisi lainnya. 

Di luar politik, Habil Marati aktif di organisasi olahraga. Dia pernah menjabat manajer Timnas Indonesia hingga dipecat PSSI, 4 Desember 2012. Sebelumnya dia pernah mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI.

Politikus senior PPP, Syaifullah Tamliha, menyampaikan Habil Marati sempat menjadi wakil ketua umum PPP kubu Djan Faridz.

Menjelang pemilu 2019, dia mau mencalonkan kembali menjadi caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Tenggara, namun di Daftar Calon Sementara (DCS) namanya tidak muncul di situs KPU.

Habil juga dikenal sebagai pengusaha dan sempat menduduki beberapa posisi penting di beberapa perusahaan. Menurut Syaifullah, setelah tidak aktif lagi di PPP, Habil memulai bisnis alutsista. 

"Beberapa kali yang bersangkutan datang ke saya untuk bisa dipertemukan dengan KSAU, dan lain lain, tetapi saya menjaga etika sebagai anggota Komisi I," ujar Tamliha menambahkan.
 

Loading...
Loading...