Senin, 10 Juni 2019 17:47 WITA

Tak Terima Keluarganya Dipukuli Warga Usai Menabrak, 20 Orang Keroyok Tukang Ojek

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Tak Terima Keluarganya Dipukuli Warga Usai Menabrak, 20 Orang Keroyok Tukang Ojek
Tersangka penganiayaan diahdirkan dalam press release di Mapolres Gowa, Senin, 0 Juni 2019.

RAKYATKU.COM, GOWA - Enam pria berbaju oranye, berpegangan pundak. Mereka berbaris menuju halaman Mapolres Gowa. 

Senin, 10 Juni 2019, Polres Gowa menghadirkan para tersangka pengeroyokan tukang ojek tersebut, dalam lakalantas berujung penganiayaan.

Peristiwa itu berawal dari lakalantas di Jalan Bakolu, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa, Kamis (6/6/2019) lalu. Saat itu, warga memukuli penabrak.


Tak terima keluarganya dipukul, sekitar pukul 21.00 Wita sebanyak 20 orang datang ke TKP, mencari warga yang memukul. Karena tak mendapati, keluarga pelaku lalu mendatangi korban lakalantas, seorang tukang ojek bernama Rusli Daeng Nyampa (40), yang berdomisili sekitar TKP tersebut.

Kassubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, saat para pelaku berada di teras rumah, korban menyambutnya dengan menjabat tangan. 

Bukanya menerima baik, para pelaku akhirnya menganiaya korban secara bersama-sama di teras rumah. 

"Pasca penganiayaan para pelaku melarikan diri dan meninggalkan 8 unit sepeda motor di TKP yang diduga milik pelaku," katanya kepada media, Senin (10/6/2019).

Loading...

Keenam pelaku tersebut di antaranya berinisial HDS (37) sebagai otak pelaku. Selain itu, juga berhasil diamankan RDC (29), MA (57), SRL (31), SDT (32), dan JBR (38). 

Keenam pelaku ditangkap pasca kejadian. Dan pada 8 Juni 2019, para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Seluruh pelaku saling kenal dan merupakan keluarga dekat. Jarak rumah korban penganiayaan dengan TKP lakalantas hanya sekitar 100 meter.

Saksi melihat dua pelaku membawa masing-masing 1 buah sabit dan satu batang aluminium gorden pintu. Penganiayaan secara bersama-sama dilakukan karena sakit hati akibat pengemudi motor yang terlibat lakalantas dianiaya oleh warga.

Korban penganiayaan, mengalami luka pada pelipis kanan dan bawah mata kiri. 

Pelaku pun diancam dengan pasal 170 KUHP ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara.

"Polres Gowa berkomitmen untuk menindak tegas aksi premanisme oleh sekelompok orang, yang ingin main hakim sendiri dengan melibatkan sekelompok massa. Pelaku lainnya segera menyerahkan diri. Jika tidak, maka Polres Gowa akan mengejar pelaku ke mana saja hingga dapat ditangkap. Negara kita adalah negara hukum. Maka selesaikan dengan hukum, bukan dengan premanisme, kekerasan yang libatkan kelompok massa," tegas Tambunan.

Loading...
Loading...